Ada yang sudah nonton Love Hard?

Beberapa hari yang lalu, Netflix merilis sebuah film berjudul Love Hard. Mengambil genre komedi romantis, film bernuansa Natal tersebut mengangkat tema tentang risiko yang sering terjadi dalam kisah orang-orang yang berkenalan melalui aplikasi kencan. Yup, apa lagi kalau bukan tertipu karena pemalsuan foto dan identitas.

Sinopsis Film Love Hard

sinopsis film love hard

Adalah Natalie (Nina Dobrev), seorang wanita yang tinggal di Los Angeles, sedang mencari pasangan melalui aplikasi kencan. Beberapa kali dia sempat berkenalan dengan pria yang dianggap cocok, tetapi pada akhirnya semua berakhir dengan cerita kesialan.

 Tidak kunjung menemukan pria yang pas, tentu menjadi salah satu hal yang tidak menyenangkan bagi Natalie. Namun, siapa sangka, di sisi lain hal tersebut juga membawa Natalie pada keberuntungan lain. Natalie dipercaya mengasuh sebuah rubrik di media. Bertajuk "Always a Bridesmaid", Natalie menuliskan cerita kencan berujung "petaka" yang selama ini dia alami dan berhasil menarik banyak pembaca. Menurut bos Natalie, cerita absurd dan kesialan kencan Natalie adalah kebahagiaan yang berbau cuan.

Hingga pada suatu hari, masih melalui aplikasi kencan, Natalie berkenalan dengan Josh (Jimmy O. Yang), pria yang sesuai dengan kriteria Natalie. Setelah intens berkomunikasi, Natalie pun menganggap bahwa Josh-lah orangnya, pria yang akan menjadi jodoh sempurnanya.

Lalu, untuk menuntaskan keyakinannya, sekaligus memperjuangkan cintanya, Natalie nekat melakukan perjalanan sejauh 5.000 kilometer untuk memberikan kejutan Natal kepada Josh.

Sayangnya cerita sial masih berpihak kepada Natalie. Josh yang dia lihat di aplikasi kencan bukanlah Josh yang sebenarnya. Ya, Josh melakukan pemalsuan foto dan identitas.

Di tengah rasa marah dan kecewa, meski secara tidak sengaja, Natalie akhirnya bertemu dengan pemilik wajah asli dari foto yang selama ini digunakan oleh Josh—di aplikasi kencan. Namanya Tag (Darren Barnet), pencinta alam yang juga suka membaca buku.

Tag dan Josh sendiri adalah teman semasa sekolah. Tag juga adalah langganan di toko barang olahraga milik ayahnya Josh. Sadar bahwa mereka sama-sama punya kepentingan, Josh dan Natalie akhirnya melakukan kesepakatan. Josh siap membantu Natalie lebih dekat dengan Tag, asalkan Natalie bersedia dikenalkan kepada keluarga Josh sebagai pacar, setidaknya sampai hari Natal. 

love hard
source : idntimes.com

Love Hard : Tema yang Mainstream, tetapi Menarik

Cerita tentang seseorang yang tertipu oleh orang yang dikenal melalui aplikasi kencan tentu saja bukanlah tema baru. Sebelumnya, melalui genre misteri dan thriller, Netflix telah menayangkan series Clickbait. Namun, meski merupakan tema yang mainstream, Love Hard punya daya tarik tersendiri dengan genre komedi romantis di dalamnya.

Sepanjang film, banyak adegan absurd nan kocak yang muncul. Sebut saja ketika Natalie dan Tag bertemu (meski secara tidak sengaja) untuk pertama kali. Natalie yang berusaha menarik perhatian Tag dengan menampilkan kemampuannya bernyanyi, justru berubah menjadi sosok yang menakutkan karena wajahnya membengkak setelah meminum minuman mengandung bahan yang membuatnya alergi.

Lucu Sekaligus Menyentuh

Meski adegan-adegan lucu bertebaran di sepanjang film ini, tetapi di sisi lain—lebih tepatnya menjelang ending—film ini juga menampilkan adegan-adegan dramatis yang menyentuh.

Selain masalah percintaan, masalah utama yang ada di dalam diri Josh adalah tidak percaya diri dan punya kakak yang selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Josh sebenarnya punya bakat dan keinginan terkait masa depannya, tetapi tidak pernah berani dia sampaikan karena takut mendapat penolakan dan kemarahan dari ayahnya.

Bagaimana Josh akhirnya bisa berdamai dengan itu semua, setelah mendapat pencerahan dan dukungan dari Natalie adalah bagian yang menyentuh dari film ini.

Kisah Cinta yang Ringan

Meski Natalie tertarik pada tampilan fisik Tag, tetapi pada kenyataannya, sosok yang dia kenal dan membuatnya merasa nyaman adalah Josh.

Natalie suka dengan kepribadian Josh. Komunikasi mereka nyambung. Banyak hal yang bisa menjadi bahan perbincangan di antara mereka. Bahkan ketika mereka sedang menjalani kesepakatan, banyak kejadian-kejadian menyenangkan yang sudah mereka lewati bersama. Bisa dibilang, apa yang dia rasakan terhadap Tag, hanyalah obsesi semata.

Awalnya Natalie memang adalah korban atas apa yang dilakukan oleh Josh, tetapi dalam perjalanan kisahnya, dia juga adalah pelaku penipuan. Natalie banyak melakukan kebohongan hanya demi Tag. Tag memang sudah menaruh ketertarikan dan perhatian lebih, tetapi itu bukan kepada Natalie, melainkan pada sosok yang sebenarnya tidak ada dalam diri Natalie. Tag hanya menyukai Natalie versi palsu. Sesuatu yang selama ini ditampilkan oleh Natalie agar bisa dilirik oleh Tag.

Sekilas, konfliknya terlihat rumit. Namun, pada kenyataannya, berkat kehadiran jokes receh, konflik percintaan ini terasa lebih ringan, bahkan sangat menghibur.

Pesan Love Hard : Patah Hati Menjadi Karya dan Pentingnya Self Love

Natalie memang berulang kali mengalami kekecewaan dalam hal percintaan. Namun, alih-alih terus meratapi, Natalie justru menjadikan pengalamannya itu sebagai bekal mencari rezeki. Kisah-kisah kencan sialnya, ia tuliskan. Dan laku di pasaran. Ia sendiri heran kenapa orang-orang begitu senang melihatnya tidak kunjung mendapat pasangan.

Selain itu, hal menarik lainnya yang juga bisa dilihat dari kisah Natalie adalah tentang bagaimana ia bisa mencintai dirinya sendiri sebelum akhirnya mencintai orang lain.

Bersama Tag yang tampilan fisiknya memikat hati Natalie, Natalie berusaha menjadi seperti apa yang Tag suka, tidak menjadi dirinya sendiri.

Hingga pada akhirnya, Natalie lelah sendiri. Ia tidak lagi bisa menghadapi situasi semakin rumit. Maka, tidak ada jalan lain selain mengakui semuanya.

Ketika semuanya terbongkar, Tag dan keluarganya Josh tentu saja kecewa. Namun, di sisi lain, hal tersebut membuat Natalie bisa lepas dari satu masalah berat. Lebih jauh, Natalie bahkan bisa kembali menemukan dirinya sendiri.

Satu-satunya kekurangan dari film ini adalah chemistry antara Nina dan Darren yang terasa kurang "nendang". Rasanya, sulit untuk merasakan bahwa Darren sebagai Tag, tertarik kepada Nina sebagai Natalie.

Bahkan ketika Tag tahu yang sebenarnya, saya malah lebih bisa merasakan kekecewaan dari sosok seorang Josh dibandingkan kekecewaan dari Tag.

Apapun itu, jika butuh tontonan film yang ringan dan menghibur, film Love Hard ini bisa dijadikan pilihan.

Author :

Seorang ibu yang suka membaca dan sedang belajar menulis. Blasteran Jawa-Toraja, yang bisa disapa lewat IG dan Twitter @utamyyningsih

Post a Comment

Previous Post Next Post