Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melihat Tema Parenting dari Serial Little Mom

Little Mom, serial Indonesia yang tayang di WeTV, resmi memasuki episode akhirnya pada 30 Oktober yang lalu. Mengangkat tema seputar kehamilan dan pernikahan pada usia remaja, serial yang tayang sebanyak 13 episode ini, sempat trending di beberapa negara.

serial little mom
source : weTV

Yuda (Teuku Rassya), cowok populer di sekolah, memilih pergi saat Naura, (Natasha Wilona) pacarnya, sedang hamil. Yuda dan Naura melakukan hubungan seks di luar nikah saat mereka masih sama-sama duduk di bangku SMA.

Naura yang adalah gadis berprestasi dan kebanggaan keluarga, terpaksa harus menghadapi sederet masalah karena menjalani kehamilan tak direncanakan.

Selain itu, dia juga masih harus berhadapan dengan Celine (Elina Joerg), saingan Naura dalam hal pendidikan maupun percintaan.

Dalam situasi serbasulit tersebut, hadirlah Keenan (Al Ghazali), cowok trouble maker yang jatuh cinta kepada Naura. Kehadiran Keenan pada akhirnya membawa angin segar sekaligus petaka bagi Naura. Di satu sisi, Keenan adalah malaikat pelindungnya Naura, di sisi lain karena Keenan, Naura jadi makin sering di-bully oleh Celine.

littlemom series

Tema Parenting dari Serial Little Mom

Sebagai salah satu penonton dari serial ini, saya adalah salah satu dari entah berapa banyak penonton yang merasa kecewa dengan endingnya yang terasa sangat dipaksakan. Benar sih ada plot twist, tapi plot twistnya terkesan nggak masuk akal.

Entah karena ingin mengingatkan penonton bahwa serial tersebut adalah serial remaja genre romance atau karena ingin memberi clue bahwa serial ini akan ada season berikutnya, yang jelas endingnya membagongkan.

Satu hal yang juga saya sayangkan dari serial ini adalah konflik keluarga yang nanggung. Rasanya seperti sekadar dibuat ada, karena penyelesaiannya hanya dihadirkan dalam bentuk dialog.

Sebagai penonton, saya tidak mendapatkan gambaran jelas bagaimana konflik keluarga yang begitu berat, bisa benar-benar menemukan titik penyelesaiannya atau seperti apa sebuah keluarga yang berkonflik akhirnya bisa berdamai.

Padahal, dalam hal tersebut ada tema parenting yang juga bisa jadi tema menarik lainnya untuk disimak.

Dalam serial ini, Celine diceritakan tumbuh dalam keluarga toxic. Orang tuanya suka membandingkan anak dan sering memaksakan kehendak. 

Anak dituntut untuk selalu juara satu. Akhirnya, Celine tumbuh menjadi anak yang berambisi dan siap melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Termasuk melakukan tindakan kriminal. Selain itu, Celine juga adalah pelaku bullying yang tidak tahu cara menghargai sebuah pertemanan.

Singkatnya, karena pola asuh kedua orang tuanya, Celine tumbuh menjadi sosok problematik yang sering membuat masalah.

Hingga suatu hari—karena suatu kejadian—kedua orang tua Celine mendapat "hidayah". Mereka akhirnya sadar bahwa mereka salah dalam mendidik Celine.

Setelah mengakui kesalahan dan meminta maaf, hubungan keluarga mereka diceritakan membaik. Nah, makna dari kata "membaik" itulah yang tidak disorot. Hanya sekadar menunjukkannya dalam dialog Celine. Tidak ada gambaran nyata, perubahan seperti apa yang sudah dilakukan oleh kedua orang tua Celine.

Saya merasa konflik keluarga Celine tersebut perlu untuk ditampilkan secara utuh karena dalam alur cerita digambarkan bahwa meski kedua orang tua Celine sudah berubah, Celine tetap menjadi pribadi yang toxic. Tidak mau menyadari kesalahan apalagi meminta maaf kepada orang-orang yang sudah dia sakiti.

Melihat kejadian tersebut tentu saja timbul pertanyaan, bagaimana sebenarnya kedua orang tua Celine mengubah parenting style mereka saat mendidik Celine?

Bagaimana cara mereka berdamai dengan diri sendiri dan menjalin hubungan sehat dalam ikatan keluarga?

Saya akui, menghadirkan konflik keluarga sebagai tema pendukung adalah satu hal yang memang menjadi daya tarik tersendiri dalam serial ini. Namun sayangnya, konflik tersebut terasa tidak tuntas. Hasilnya, ilmu parenting yang bisa didapatkan pun hanya setengah.

Dibanding membuat Celine pada akhirnya jadi punya pacar, saya justru lebih mengharapkan jika endingnya menampilkan bagaimana keutuhan keluarga Celine berjalan. Selain terasa lebih natural, penonton juga bisa melihat ilmu parenting yang bisa jadi bahan pembelajaran.

Meskipun kecewa, tetapi saya merasa serial ini tetap menarik untuk diikuti. Setidaknya, dari apa yang dilakukan oleh Yuda dan apa yang dialami oleh Naura, penonton bisa melihat betapa pentingnya sex education dalam keluarga. Kenapa mengenalkan organ tubuh bukan hanya tugas guru di sekolah, tetapi juga para orang tua di rumah.

Alih-alih terasa sebagai dukungan untuk perilaku sex bebas, saya justru menganggap serial ini sebagai warning tentang kehamilan tak direncanakan dan pernikahan usia remaja yang tentu saja erat kaitannya dengan tema parenting.

Ada yang sudah nonton? Yuk diskusi di kolom komentar :)


Author :

Seorang ibu yang suka membaca dan sedang belajar menulis. Blasteran Jawa-Toraja, yang bisa disapa lewat IG dan Twitter @utamyyningsih
Han
Han Lebih suka dipanggil Han ketimbang Lohan. Menikmati sebagai penuntut ilmu sejati. Blogger cupu yang punya mimpi seperti bos kapanlagi

Post a Comment for "Melihat Tema Parenting dari Serial Little Mom "