Ada yang sudah tahu belum ending drakor Big Mouth seperti apa?

Mewek brutal gara-gara drakor, demikianlah yang dirasakan oleh para penonton Big Mouth semalam. Drakor berjumlah 16 episode yang tayang setiap Jumat dan Sabtu di Disney+ tersebut, akhirnya tamat dengan sad ending lantas membuat banyak penonton tidak terima.

Sebelum membaca tulisan ini sampai selesai, pastikan kalian sudah menonton Big Mouth sampai episode terakhir, ya. Karena tulisan ini mengandung spoiler.

Ending Drakor Big Mouth

ending drakor big mouth
source: CNN Indonesia

Dalam episode terakhirnya, apa yang paling tidak diinginkan penonton ternyata benar-benar terjadi, Ko Miho meninggal di tengah perjuangan Ho-Ho couple dan keluarga besar Big Mouse mengungkap kejahatan Walikota Choi Doha.

Selain ending untuk Ho-Ho couple, yang juga tidak memuaskan dari ending drakor ini adalah masih banyaknya misteri yang belum terselesaikan. Kayak sekadar ada dan dibuat pentng, tetapi akhirnya hanya berlalu begitu saja.

Awalnya, drakor ini membuat penonton overthinking karena menebak siapa sebenarnya sosok Big Mouse. Selama beberapa episode, penonton dibuat sibuk “menuduh” sejumlah tokoh sebagai Big Mouse. Namun, ketika identitas Big Mouse akhirnya terungkap, rasanya kok malah b aja. 

Semacam kurang dikemas secara greget gitu. Tidak heran jika banyak penonton yang kemudian masih denial bahwa No Park adalah (ketua) Big Mouse.

Nah, selama identitas Big mouse belum terungkap, penonton juga disajikan beragam misteri yang bikin drakor ini sangat dinantikan bagaimana cerita akhirnya. Sayangnya, tidak semua misteri tersebut benar-benar diberi penyelesaian alias dibiarkan berlalu begitu saja. Kalau bahasa sederhanya, ngegantung.

Dua (misteri tak terpecahkan) di antaranya adalah kematian seorang wali pasien dan kematian Jang Hye Jin. Kedua sosok ini memegang informasi penting terkait dampak serius pencemaran lingkungan yang menjadi salah satu poin penting drakor ini, tetapi kematian mereka malah tidak diusut tuntas. Kasian banget, huhuhu.

Bahkan, setelah Big Mouse terungkap, misteri lainnya dimunculkan. Biar apa? Ya biar penonton tetap overthinking mungkin, wqwqwq. Park Changho dan Gong Ji Hoon sempat menyinggung anaknya tetua Kang. Anaknya tetua Kang ini adalah psikopat yang sudah menghilangkan nyawa banyak orang—termasuk anaknya No Park (ketua Big Mouse).

 Namun, karena bapaknya punya kuasa dan uang, ia sama sekali tidak tersentuh hukum. Ia hanya dihukum dengan pemutusan hubungan keluarga. Luar biasa!

Anaknya tetua Kang dicari demi kepentingan surat wasiat yang sudah dimanipulasi oleh Choi Doha. Saya termasuk yang menantikan bagaimana wujud anaknya tetua Kang itu. Namun, lagi-lagi zonk, pemirsa. Sampai selesai, nggak ada itu muka anaknya tetua Kang terpampang nyata.

Dari sisi konflik Changho dengan Choi Doha pun, saya masih berusaha memahami kenapa Choi Doha dibuat meninggal. Kalau dicermati, saat mereka bertemu di kolam renang, Changho sempat bilang bahwa “hukum itu ada agar manusia tidak saling membunuh”.

Nah, masalahnya adalah dari entah berapa banyak perbuatan dakjal-nya Choi Doha, ia selalu lolos dari tuntutan hukum. Hukum bisa tunduk di bawah kuasa dan uang yang ia punya. Ketika kemudian Changho “membunuh” Choi Doha, mungkin itulah gambaran dari dampak atas hukum yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Istilah kata nih, ya, karena hukum tidak bisa menjalankan perannya, maka yang bekerja adalah “hukumnya” Changho. Meskipun teori tersebut bisa diterima, tetapi tetap saja terasa membagongkan. Iya, kan? enak banget ending-nya langsung meninggal, nggak ada tahapan tersiksa dulu kayak Miho.

Secara utuh, drakor ini memang sudah sangat menjanjikan sejak awal. Deretan cast yang berperan, tidak perlu diragukanlah kualitas aktingnya. Alur ceritanya juga bikin betah nonton. Sayangnya drakor ini justru terjun bebas di episode terakhir.

Sangat terasa diakhiri dengan buru-buru. Saat menonton saya sampai beberapa kali nengok ke durasi karena penasaran bagaimana semua masalah yang ada bisa diselesaikan dalam waktu yang ada. Nyatanya memang ya itu tadi, tidak semuanya diberi porsi penyelesaian yang pas. Bahkan dibilang selesai pun belum bisa. 

Saya, sih berharapnya ada Big Mouth season 2, dengan tetap menghadirkan sosok Miho. Bagaimana caranya? Ya itu terserah penulisnya, saya cuma pengen nonton aja, wqwqwq.


Author: UtamyyNingsih

Post a Comment

Previous Post Next Post