Sebagai pendatang baru di dunia perdrakoran (baca: penonton drakor), sejak awal tahun ini saya mulai melakukan dan mengalami yang namanya ngikutin beberapa judul drakor sekaligus.

Penyebabnya tentu saja adalah godaan tema serta genre yang berbeda dan menarik—dari setiap judul drakor—yang rasanya sangat sulit untuk dicuekin. Untuk platform Netflix saja, saat ini saya sedang mengikuti empat judul drakor. Salah satunya drakor berjudul Green Mother's Club.

Drakor Green Mothers Club

Green Mother's Club bercerita tentang kehidupan problematika lima emak-emak yang "berteman" karena anak mereka satu sekolah.

green mothers club

Anak-anak dalam drakor ini masih duduk di bangku SD, tetapi emak-emak mereka sudah sampai mempersiapkan untuk masuk perguruan tinggi.

Dari lima emak yang ada, salah satunya ada yang sempat bertolak belakang dengan empat emak lainnya. Menurut dia, anak-anak itu tidak seharusnya dipaksa belajar, bahkan sampai diikutin les ini-itu. Biarkan sang anak berkembang sesuai usianya. Namun, setelah menyadari bagaimana anaknya "tertinggal" dibanding teman-teman lainnya, si emak pun berubah pikiran.

Awalnya, saya sempat mengira bahwa drakor ini hanya akan berpusat pada cerita seputar perbedaan prinsip dan pola parenting para emak-emak yang tentu saja juga melibatkan anak-anak mereka (dalam hal ini berkaitan dengan pendidikan anak). Nyatanya tidak begitu. Sejak episode enam, alur ceritanya malah makin dark. Cerita suramnya ada, adegan mengerikannya ada, dan adegan-adegan serta dialog-dialog yang sangat bikin emosi, makin bertebaran.

Maka dari itu, meski saya pribadi suka dengan drakor ini, tetapi saya menyarankan agar sebaiknya drakor ini tidak ditonton oleh beberapa tipe penonton.

Apa saja itu? Mari kita lihat!

Lima Tipe Penonton Yang Sebaiknya Menghindari Drakor Green Mothers Club

#1 Tidak Suka/Tidak Bisa Nonton Drakor On Going

Tidak suka/tidak bisa ngikutin drakor on going? Skip aja drakor ini. Saat ini, cerita para emak-emak yang penuh aura kebencian ini, baru tayang sampai episode 8 dari 16 episode yang ada.

#2 Tidak Suka Adegan Bunuh Diri

Kalau kalian punya trigger atau rasa tidak suka pada tontonan yang ada adegan bunuh dirinya, mending nggak usah coba-coba deh ya, nonton drakor ini.

#3 Tidak Suka Genre Misteri

Adanya adegan bunuh diri dalam drakor ini, saya tangkap sebagai awal mula munculnya genre misteri. Awalnya, kirain cuma semacam cerita emak-emak yang rempong ngurus keluarga, nyatanya lebih kusut.

Kenapa si tokoh bisa bunuh diri, jadi misteri besar yang sampai episode delapan masih belum terpecahkan. Ya, kalau terpecahkan sudah otw tamat dong, ya, wqwqwq.

Sebagaimana cerita genre misteri pada umumnya, kita juga diajak untuk menebak, faktor apa, sih, yang paling kuat mendorong si tokoh untuk bunuh diri? So, bagi kalian yang nggak suka diajakin menebak-nebak alias nggak suka dengan genre misteri, drakor ini boleh kalian cuekin.

#4 Tidak Suka Cerita yang Berat

Selain adegan bunuh diri, yang juga bikin ngos-ngosan nonton drakor ini adalah banyaknya sub plot dark. Masalahnya tuh banyak banget gitu, lho. Persaingan antara emak-emaknya, benar-benar gila-gilaan. Makanya, pas nonton jadi sering jengkel sendiri. Tidak habis pikir, ceritanya bisa sampai semengerikan itu.

#5 Butuh Hiburan

Setelah melihat poin 1-4 jelas sudah bahwa drakor ini sangat tidak cocok untuk penonton yang mau cari hiburan dalam artian pengen ketawa-ketiwi atau merasa berbunga-bunga saat nonton drakor.

Pasalnya, hampir tidak ada adegan kocak yang bisa bikin ketawa dalam drakor ini. Cerita cinta-cintaannya juga lebih terasa menyeramkan dibanding ngebaperin. Jadi, kalau mau healing atau mencoba cari bahan tertawaan, drakor ini jangan dimasukin dalam list!

Nah, itulah dia lima tipe penonton yang saya sarankan untuk menghindari nonton Green Mother's Club.

Kalau kalian termasuk salah satu atau bahkan kelima tipe penonton di atas, tetapi tetap penasaran pengen nonton, ya, silakan saja. Namanya juga saran, bisa diikutin, feel free juga untuk diabaikan.

Iya, kan?


Author : UtamyyNingsih 

2 Comments

  1. malesnya lagi kalau nonton berseri berasa kayak punya hutang, pengen magih tapi gak tuntas, hehehehee.... semanagat ya say, keren liputannya.

    ReplyDelete
  2. Koe Leetta IndahJune 2, 2022 at 3:54 PM

    Penapppsarana jadinya, ada link? 🤭

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post