Setelah beberapa bulan yang lalu sempat viral series lokal dengan judul Layangan Putus, kali ini kembali tayang series lokal yang juga menarik perhatian banyak penonton. Judulnya Wedding Agreement, series yang diangkat dari film panjang dengan judul yang sama.

Sinopsis Wedding Agreement Series

Wedding Agreement ceritanya tentang cinta segitiga dalam pernikahan. Bian (Refal Hady) pacaran selama lima tahun dengan Sarah (Suzan Sameh), tetapi terpaksa putus karena Bian dijodohkan—oleh ibunya—dengan Tari (Indah Permatasari).

wedding agreement series

Meski sudah menikah, Bian ternyata tidak benar-benar mau menjalani pernikahannya dengan Tari. Perlakuannya kepada Tari, terbilang kejam. Ia bahkan sudah merencanakan bahwa pernikahan terpaksanya hanya akan berjalan selama setahun. Setelah itu, ia ingin menepati janjinya untuk menikah dengan Sarah.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Bian justru jatuh cinta pada Tari. Sadar akan perasaannya, Bian kemudian memutuskan untuk melanjutkan pernikahannya dengan Tari, lalu memilih meninggalkan Sarah untuk kedua kalinya. Janji untuk menikahi Sarah, pupus sudah.

Pekan lalu, ketika series ini tayang untuk episode kelima, para penonton begitu riuh dalam membahas perihal siapa sebenarnya yang menjadi orang ketiga dalam series ini. Sarah kah? Atau Tari? Berbeda dengan Lydia dalam Layangan Putus, Sarah di Wedding Agreement masih mendapat empati dan simpati dari penonton. Bagi banyak penonton, Sarah pun adalah korban dari sikap Bian yang plin-plan.

Terlepas dari siapa sebenarnya yang menjadi orang ketiga dalam series ini, saya justru lebih ingin membahas perihal sikap Bian yang membuatnya pantas untuk dibenci. Meski perbuatannya tidak sejahat Mas Aris dalam Layangan Putus, tetap saja sosok Bian terbilang pantas untuk dinista.

Wedding Agreement Series Episode 5

Dalam Wedding Agreement Series episode kelima, ada adegan ketika Bian mengunjungi Sarah di apartemennya. Selama di tempat tersebut ada dua kejadian yang menurut saya menjadi catatan penting dari series ini.

Pertama, dialog yang menekankan bahwa Sarah tidak jago masak, kedua adegan ketika Sarah diajakin salat. Kedua momen ini benar-benar meresahkan bagi saya dan mungkin banyak perempuan di luar sana yang juga menonton series ini.

wedding agreement series episode 5

Ketika di seluruh dunia sedang sibuk mengampanyekan keberdayaan perempuan, series ini justru masih berkutat pada stigma bahwa perempuan yang menarik adalah perempuan yang bisa masak.

Terlebih dalam series ini, Bian dan Sarah diceritakan sudah lama pacaran, sudah banyak tahu perihal kepribadian masing-masing. Meski pada saat itu posisinya Bian sudah mulai berpaling ke Tari, tetapi menaruh rasa kecewa kepada Sarah yang tidak sejago Tari dalam hal memasak, rasanya sangat dipaksakan. Kayak nggak masuk akal aja gitu menurut saya. Aneh.

Lanjut ke adegan kedua yaitu ketika Bian ngajak Sarah salat berjamaah. Ceritanya, Bian dan Sarah ini sama-sama orang yang jauh daro agama. Makanya, ketika Bian mau salat lalu ngajakin Sarah, Sarah terkejut.

Yang bikin kesal adalah respons Bian saat Sarah harus cari mukenah dulu untuk ikut salat. Bian terlihat illfeel pada Sarah. Saya yang nonton rasanya pengen nyentil jidatnya Bian.

Maksud saya gini, lho. Bian itu baru mulai rajin salat setelah nikah sama Tari. Tari yang mengajak Bian untuk lebih taat beragama. Ibaratnya, Bian itu juga masih proses belajar menjadi pribadi yang lebih baik dalam banyak hal, termasuk dalam hal agama. Nah, selama proses itu, Bian sama sekali tidak diperlakukan sebagai seseorang yang hina oleh Tari. Lantas, kok bisa-bisanya Bian malah sebegitunya sama Sarah? Apa dia lupa kalau dia juga sempat bohong saat salat di masjid sama Pamannya Tari? Ngakunya rajin ke masjid, nyatanya zonk!

Jika ditanya apakah series ini menarik untuk ditonton? Jawabannya adalah tergantung. Kalau pengen lihat tontonan dengan akting para pemain yang oke, series ini oke lah untuk ditonton. Dibanding Sarah versi film, saya lebih suka pemeran Sarah versi series, semua ekspresinya lebih dapet. Namun, jika ingin menikmati hiburan tanpa membuat misuh-misuh, series ini jelas tidak direkomendasikan.


Post a Comment

Previous Post Next Post