Pada era kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, penggunaan gadget dalam kehidupan umat manusia, memang sulit terelakkan.

Gadget, dengan segala kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai macam fitur di dalamnya, hadir bukan hanya sebagai bagian dari gaya hidup. Lebih jauh, gadget juga sudah menjadi penunjang berbagai macam aktivitas sehari-hari. Berkat adanya gadget, tidak sedikit hal yang terasa lebih mudah untuk diakses.

Salah satu contohnya adalah perihal komunikasi. Seiring berjalannya waktu dan fitur-fitur gadget yang terus di-update, komunikasi jadi semakin mudah dan menyenangkan. Orang-orang yang terpisah jarak, bisa tetap saling bertatap muka dengan perantara gadget.

Contoh lainnya bisa kita lihat dari apa yang terjadi sekitar dua tahun ke belakang, yaitu saat banyak hal dibatasi karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Adanya gadget pada masa-masa sulit tersebut bisa dibilang punya peran yang cukup besar dalam berbagai macam aktivitas yang berhubungan dengan adaptasi kebiasaan baru seperti work from home (WFH) dan school from home (SFH).

gangguan pada mata

Beberapa waktu yang lalu, saya juga sempat melakukan liputan di sebuah UKM. Kepada saya, sang owner bercerita bahwa usaha yang ia kelola, bisa tetap bertahan saat pandemi karena mengandalkan traksaksi penjualan via daring. Meski omsetnya jauh berkurang dibanding sebelum pandemi, tetapi setidaknya usahanya masih bisa "bernapas", sebelum akhirnya bangkit secara perlahan.

Berkaca dari hal tersebut di atas, rasanya tidak berlebihan jika gaget disebut sebagai produk kecanggihan teknologi yang memang hadir untuk memudahkan berbagai macam akses kebutuhan umat manusia.

Akan tetapi, yang juga perlu diingat adalah menggunakan gadget pun perlu kebijaksanaan. Seperti yang kita tahu, semua yang berlebihan itu, kan, ya!

Gangguan pada Mata Akibat Paparan Blue Light

Dalam hal penggunaan gadget secara berlebihan, hal yang perlu untuk diwaspadai adalah paparan blue light (sinar biru) yang dapat memberi dampak negatif pada kesehatan mata.

Berikut ini adalah beberapa gangguan pada mata akibat paparan blue light dari gadget yang perlu untuk diwaspadai.

#1 Kelelahan pada Mata

Menggunakan gadget secara berlebihan bisa membuat menurunnya jumlah kedipan mata, lalu memicu kelelahan pada mata. Kondisi ini disebut dengan computer vision syndrome (CVS).

#2 Sulit Tidur

Dalam tubuh, ada zat alami bernama melatonin yang berperan untuk membantu seseorang agar bisa tidur.

Paparan blue light secara berlebihan dapat menurunkan kadar hormon melatonin dalam tubuh hingga 23 persen. Penurunan kadar hormon tersebut kemudian bisa menyebabkan seseorang jadi sulit tidur hingga insomnia.

#3 Menyebabkan Kerusakan Retina dan Kornea

Blue light yang merupakan sinar berbahaya bagi retina, bisa masuk ke dalam mata. Sayangnya, mata manusia tidak memiliki perlindungan untuk paparan sinar tersebut.

Paparan blue light yang berlebih, bisa berdampak pada kesehatan retina dan kornea mata.

Nah, setelah tahu apa saja gangguan pada mata yang perlu diwaspadai, selanjutnya yang harus diperhatikan adalah solusinya.

Selain bijak dalam menggunakan gadget serta berkonsultasi pada dokter, mengonsumsi nutrisi komplek dari buah berwarna yang mengandung astaxanthine dan resveratrol adalah solusi dalam mengoptimalkan kesehatan mata.

Nutrisi tersebut bisa dengan mudah kalian dapatkan dalam produk Resvoplus sebagai best nutrition untuk kesehatan mata.

Resvoplus adalah produk yang diformulasikan dari beragam sumber anti oksidan seperti Resveratrol, Koenzyme Q10, berries extract, astaxanthine, zeastaxanthine, dan kandungan vitamin mineral premix yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Yuk, jaga kesehatan mata dengan mengonsumsi 1-2 sachet Resvoplus per hari.


Post a Comment

Previous Post Next Post