Akhirnya drama Melancholia tamat juga! Kelegaan ini saya rasakan ketika pada malam tahun baru 2022 kemarin, drama Melancholia akhirnya sudah berada di penghujung episode. Setelah berminggu-minggu saya selalu menantikan kelanjutan dari episode satu ke episode berikutnya.

Episode pertama yang tayang pada November 2021 lalu membuat saya menyadari bahwa pendidikan di Korea Selatan bisa jadi lebih parah dibanding di Indonesia. Atau mungkin seperti itulah wajah pendidikan dunia kita saat ini.

Keresahan dalam Drama Melancholia

drama Melancholia
Source : CNN Indonesia

Melancholia adalah seri televisi Korea Selatan tahun 2021 yang disutradarai oleh Kim Sang-hyeon dan dibintangi oleh Im Soo-jung, Lee Do-hyun, Jin Kyung, dan Jang Hyun-sung. Seri ini menceritakan tentang skandal dan korupsi di sekolah menengah atas swasta di Gangnam.

Episode pertama: 10 November 2021
Jumlah episode: 16
Genre: Melodrama
Jaringan: TVN. Namun teman-teman di Indonesia bisa menontonnya melalui aplikasi VIU ya.
Pembuat program: Studio Dragon
Bahasa: Korea

Dibintangi oleh Lee Do-Hyun sebagai Baek Seung Yoo, yakni seorang genius matematika yang bersekolah di SMA Asung setelah sempat mengalami trauma hebat ketika ia kuliah di luar negeri. Ya, Baek Seung Yoo sempat menjadi salah satu mahasiswa Universitas bergengsi di Amerika Serikat. Karena kejeniusannya itulah Baek Seung Yoo berhasil menjadi mahasiswa termuda saat itu.

Lalu ada Guru Matematika dengan segala kesabaran dan juga kecerdasannya, yakni Ji Yoon So yang  diperankan oleh Im Soo-jung.

Sinopsis Drama Melancholia

Drama Melancholia ini cukup unik sih. Siapa sangka pembahasan Matematika jadi lebih menarik ketika disajikan dalam sebuah melodrama. Apalagi akting Lee Do-hyun benar-benar menguras emosi dan meninggalkan rasa penasaran setiap penontonnya.

Drama Melancholia dibuka dengan scene ketika Guru Matematika dari SMA Asung memasuki ruangan sebuah aula yang megah nan mewah. Bahkan tidak sekadar mewah, tapi kepala sekolah sengaja menggelar karpet merah untuk merayakan kedatangan orangtua wali murid "anak-anak spesial".

Anak-anak spesial yang dimaksud di sini adalah anak-anak orang kaya. Orangtua mereka setidaknya adalah pengusaha, seorang anggota dewan, atau tokoh-tokoh berpengaruh yang punya kekuasaan maupun uang. 

Saat itu guru Matematika tersebut ingin menemui kepala sekolah SMA Asung yang telah melaporkannya pada polisi dengan tuduhan perbuatan tidak senonoh pada murid SMA Asung. Siapa sangka guru Matematika itu hanyalah pengalih perhatian publik untuk menutupi korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan dengan sangat sistematis oleh kepala sekolah SMA Asung, anggota dewan setempat, hingga Menteri Pendidikan!

Sang Guru dengan nama Ji Yoon So adalah guru terbaik di Korea (bisa dibilang) yang selama ini banyak mencetak murid-murid terbaik untuk mengikuti olimpiade Matematika tingkat Nasional. Namun Ji Yoon So adalah guru yang penuh dengan idealisme. Ia nyaris sempurna dan berhati malaikat. Ia tak mengizinkan satu pun adanya penyimpangan di kelasnya.

Ia pun tak mengikuti apa yang diperintahkan oleh Kepala Sekolah jika harus bersinggungan dengan keadilan. Ji Yoon So bukanlah anak orang kaya, bukan juga anak orang dengan jabatan yang bergengsi. Ia hanya anak seorang profesor, seorang Matematikawan. Namun ia tak pernah gentar berhadapan dengan para mafia pendidikan di tempatnya bekerja tersebut.

drama Melancholia

Namun, justru dari sinilah permasalahan dalam hidupnya bermula. Karirnya hancur, pernikahannya dibatalkan, dan ia harus hidup dengan sembunyi-sembunyi, bahkan untuk kembali mengajar di sekolah pun ia tak mampu. Ji Yoon So akhirnya setuju untuk mengajar di sebuah klinik kursus khusus yang tertutup demi menyambung hidupnya.

Dalam pelariannya itu, Ji Yoon So tidak lagi bergairah dengan Matematika. Salah satu hal yang sangat dicintai dalam hidupnya. Sementara itu seorang siswa yang selama ini mengaguminya, membuatnya kembali pada Matematika yang disukainya, yakni Baek Seung Yoo berjanji akan membuktikan pada dunia bahwa guru kesayangannya itu tidak bersalah.

Baek Seung Yoo yang juga difitnah oleh kepala sekolah, anak-anak di kelas yang tidak menyukainya serta kehilangan kepercayaan dari kedua orangtuanya itu pun punya misi untuk membuktikan kesalahan yang terjadi pada dirinya dan juga gurunya. Ia sadar semua hal tersebut terjadi karena ia bukan anak "spesial", ia hanya anak seorang pemilik toko roti, namun kecerdasannya mampu membawanya pada banyak penghargaan akademis di bidang Matematika.

Kira-kira sanggup ngga Baek Seung Yoo membawa bukti-bukti tersebut dan membersihkan namanya dan juga gurunya, Ji Yoon So? Teman curhat harus nonton sendiri dong biar seru :p

Melancholia, Inikah Wajah Pendidikan Kita Saat Ini?

Mengikuti drama Melancholia sebanyak 16 episode ini membuat saya sadar : inikah wajah pendidikan kita saat ini?

Teringat pengalaman saya ketika sekolah dulu. Masuk sekolah murni karena tes, murni karena kemampuan yang saya miliki. Lalu saya tidak diterima di sekolah peringkat teratas di kota tempat tinggal saya. Sementara seseorang yang dulu saya anggap sahabat, ternyata diterima di sana.

Bukannya saya iri atau tidak terima dengan nasib baiknya. Hanya saja saat itu penerimaan siswa di kota saya masih berdasarkan nilai akhir ujian Nasional. Sedangkan nilai saya jauh lebih tinggi dibandingkan sahabat saya tersebut. Apalagi kalau bukan kekuatan orang dalam yang membuat nasibnya baik?

Apakah hanya saya yang mengalami hal ini? Saya yakin tidak. Banyak sekali anak-anak di luar sana yang kehilangan kesempatan untuk mencicipi pendidikan nomor satu hanya karena ia bukan siapa-siapa. Ia bukan anak "spesial" yang menguntungkan para pemangku jabatan.

Benarkah wajah pendidikan kita saat ini sedemikian bobroknya sebagaimana yang terjadi dalam drama Melancholia?

Tentu saja drama Melancholia ini memberikan banyak pelajaran juga. Bahwa masih ada guru, sekolah, pejabat hingga Menteri yang masih berhati bersih, menegakkan keadilan di atas kepentingan pribadinya, dan juga menghukum siapa saja yang menyalahi aturan. Saya pun percaya itu.

drama melancholia

Melalui drama Melancholia ini saya juga banyak belajar tentang teori-teori dalam Matematika. Nampak mudah, namun ketika dipraktikkan ternyata yang bukan passion akan selamanya menjadi momok jika kita tidak menyukainya.

Maka lakukan saja hal yang disukai, fokus pada apa yang kita sukai. Kembangkan itu hingga kita berhasil menjadi seorang yang sukses di bidang yang disukai. 

Melancholia juga menyadarkan pada saya sebagai seorang Ibu, bahwa berbuat apapun demi anak tidak sama dengan mengutamakan mereka. Anak harus belajar tentang kegagalan. Tentang menghargai kerja keras dan juga menghormati guru, sebagai pelita ilmu kita.

Melancholia juga membawa kita pada sudut pandang seorang Matematikawan. Bagaimana mereka berpikir untuk mencari solusi dari permasalahan mereka. 

Saya memberi rating untuk Melancholia : 4/5


1 Comments

  1. Nonton juga ah, seru kayae. Ternyata bukan cuma di negeri 62 ya.

    Aku bukan pecinta korea sampai menggila, tp kalau ada yang merekomendasikan bagus, lumayan lah buat tontonan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post