Ada berapa banyak diantara kita yang kadang menggerutu, sebenarnya apa yang saya dapat dari sekolah? Kenapa apel jatuh dari pohon pun kita hitung layaknya Newton? Kenapa kecepatan mobil pun harus kita ketahui?

Namun seiring dengan bertambahnya usia, saya sadar bahwa sekolah atau menuntut ilmu di satu tempat bukan hanya persoalan kita menimba ilmu hingga isi ember di kepala kita penuh bahkan meluber. Tidak. Namun ada banyak hal yang bisa kita pelajari di sana.

Jika teman-teman pernah membaca sebuah buku berjudul Sekolah Itu Candu karya Roem Topatimasang, mungkin teman-teman masih mengingat pernyataan beliau sebagai berikut :

Setiap orang adalah guru, semua buku adalah ilmu, semua tempat adalah sekolah

Sehingga sekolah bukan hanya tempat untuk mencari ilmu, namun juga tempat kita belajar untuk bersosialisasi dengan sesama, menempa kemandirian, gagasan, serta menentukan sikap dan tujuan kita untuk masa depan.

bakuning hyang mrih guna santyaya bhakti

Karena hakikatnya sekolah tidak hanya di sekolah. Setiap tempat yang pernah kita jejaki tentu membawa pengalaman dan pelajaran tersendiri untuk kita. Namun, apakah lalu berhenti di situ? Cukupkah kita hanya bersekolah, mencari ilmu, bersosialisasi dengan teman, mengukir prestasi, lalu bekerja untuk penghidupan?

Tentu saja tidak cukup sampai di situ.

Cukupkah Hanya dengan Sekolah?

Saya jadi teringat dengan perkataan Buya Hamka, salah satu sastrawan Nasional kita tentang bagaimana manusia hidup.

Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera di hutan juga bekerja.

Inilah yang membuat saya terhenyak. Begitu juga dengan ungkapan Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti yang memiliki arti berdasarkan ketuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat. Kalimatnya begitu mendalam.

cukupkah hanya dengan sekolah


Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti adalah sesanti Universitas Katolik Parahyangan yang memiliki arti: berdasarkan ketuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari republik tercinta ini, kita bersama-sama juga yakin bahwa apa yang kita dapatkan saat menuntut ilmu, bukan hanya untuk kita melainkan juga untuk dibaktikan kepada masyarakat.

Apalah gunanya kita menuntut ilmu hingga Negeri China sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pepatah. Namun kita menyimpan sendiri ilmu itu.

Apalah gunanya kita sekolah tinggi dan memahami solusi dari permasalahan yang terjadi di sekitar kita. Namun kita memilih apatis. Diam tak melakukan apa-apa. 

Maka tidak cukup hanya dengan sekolah lalu bekerja. Jika Tuhan memberikan kita kemampuan untuk berbagi ilmu dan juga mengabdi pada masyarakat maka tentu kita pun harus memaksimalkan kemampuan itu.

Apapun disiplin ilmu yang kita miliki, pasti ada manfaatnya untuk masyarakat di sekitar kita yang masih banyak menghadapi persoalan hidup yang belum terselesaikan. Ada yang membutuhkan bantuan untuk kesehatan fisik dan jiwanya, pendampingan hukum bagi mereka yang mendapatkan ketidakadilan, mengelola keuangan rumah tangga, pengelolaan sampah di sekitar lingkungannya, bahkan hingga isu perubahan iklim yang memengaruhi umat manusia seluruhnya.

bakuning hyang mrih guna santyaya bhakti

Ambil peran sesuai dengan kemampuan kita. Jika setiap orang ambil peran, peradaban pun akan semakin maju. Kebaikan pun tak akan berhenti di sini. Anak cucu kita akan mewarisinya dan meneladaninya untuk generasi berikutnya.

Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti

Terpujilah Kau Mahamulya serta bijaksana,
Hadirlah di antara kami, Civitas Unika Parahyangan.
Trimalah karya kami, akal budi, tangan dan hati.
Persembahan pada Nusa Pertiwi, ba' amal Pancasila Sakti.
Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti.
Sesanti Alma mater kami.
Dirgahayu Unika Parahyangan,
Dirgahayu, dirgahayu.

Hymne di atas adalah milik Unika Parahyangan yang disusun oleh Bapak A. P. Sugiharto. Lirik yang bersemangat sekaligus optimistis. Optimis untuk berkarya dan juga berdaya. Jika kita menyelaminya lebih dalam, kita akan tahu di mana muaranya.

Mungkin teman-teman tak asing dengan kalimat "pengabdian masyarakat". Karena setiap mahasiswa biasanya diwajibkan untuk melaksanakan hal tersebut sebelum dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademiknya.

Namun tak sedikit pula yang menjadikan pengabdian masyarakat sekadar ceremonial belaka. Padahal, ada banyak arti dan maksud dari hal tersebut. Akhirnya, banyak juga pendatang di kota saya yang menuntut ilmu enggan kembali ke daerah masing-masing, mengamalkan ilmu dan membaginya di daerah asalnya.

Akhirnya kota menjadi penuh sesak. Tak berdaya karena serbuan para sarjana yang melupakan janji baktinya untuk masyarakat. Selain penuh sesak, daerah asal yang tertinggal pun akan selamanya tertinggal.

Namun saya juga optimis bahwa masih banyak juga akademisi yang tulus berbakti untuk negeri. Melaksanakan janjinya pada Tuhan dan juga diri sendiri. Mendedikasikan tenaga, waktu, serta pikirannya untuk memberikan solusi atas segala permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini.

bakuning hyang mrih guna santyaya bhakti

Wujud Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bahkti Kami Untuk Pemberdayaan Perempuan

Sebagai seorang lulusan sarjana saya tidak pernah merasa menyesal jika saat ini saya harus mengurus anak dan rumah. Saya bahagia sekaligus bangga, karena inilah tempat bermulanya peradaban yang akan kita bangun.

Saya pun tetap melakukan hobi saya dari rumah. Menulis dan juga membaca buku. Hingga akhirnya di tahun 2018 saya memutuskan untuk menulis di blog alih-alih menulis buku.

Ternyata banyak sekali ibu rumah tangga maupun ibu pekerja yang juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai blogger. Begitu juga dengan saya.

Awalnya, blog hanya sebagai sarana saya untuk menuliskan apa yang ada di dalam hati dan pikiran sebagai stress release dan juga menyalurkan hobi menulis. Saya juga yakin banyak perempuan dengan hobi yang sama juga demikian.

Namun, bagaimana jika blog ternyata bisa menghasilkan uang? Membuat ibu-ibu lebih berdaya meski hanya di rumah saja? 

Sempat terpikir,

Mungkin ngga ya dapat penghasilan puluhan juta dalam setahun dari website/blog hanya dengan modal nulis?

Perjalanan Mendapatkan 30 Juta Pertama dari Blog

blogging untuk mandiri finansial

Saya pun mencari-cari ilmu tersebut. Ilmu yang mungkin tidak saya dapatkan dari bangku sekolah maupun perkuliahan. Hingga akhirnya setelah menemukan kelas gratis bersama beberapa Coach, saya mulai menemukan polanya.

Setelah satu tahun belajar dan menemukan pola tentang blogging, saya pun akhirnya mendapatkan hasil dari kerja keras itu. Lalu terpikir untuk melaksanakan bakti pada masyarakat, agar mereka juga mendapatkan manfaatnya. Apalagi di tengah pandemi seperti ini.

Ternyata ada banyak jalan untuk mendapatkan penghasilan dari website, yang penting teman-teman melaluinya dengan bahagia, itu yang terpenting sebelum kita masuk ke masalah teknis.

Satu tahun pertama brand Jeyjingga lahir sebagai sebuah blog yang saya harap bisa menjadi rumah saya untuk menulis meskipun dia tidak menghasilkan apa-apa. Asal menulis, lalu publish. Tidak memperhatikan seberapa banyak pembaca? Berapa Domain Authority yang saya miliki? Ada di peringkat berapa Alexanya? Berapa nilai Domain Rating di mata Ahrefs? dan berbagai hal teknis lainnya. Yang terpenting adalah menulis!

Membuka Kelas Gratis untuk Blogger Pemula

Setelah benar-benar mendapatkan hasilnya, banyak teman-teman yang meminta tips atau kiat-kiat agar bisa memiliki penghasilan dari blog. Meski bagi para blogger senior mungkin nilai 30 juta bukanlah nilai yang besar.

Saya pun berpikir, kenapa tidak? Saya pun memberanikan diri untuk berkolaborasi bersama dengan dua blogger lainnya untuk membuka kelas gratis untuk blogger pemula.

bakti pada masyarakat

Sharing yang saya putuskan akan dilakukan pada satu pekan mendatang, semata untuk memberikan motivasi pada teman-teman saya, sesama blogger agar tidak menyerah dengan keadaan. Sebisa mungkin kita bentuk kebiasaan untuk menjadi blogger yang tangguh, mau untuk terus belajar, dan juga konsisten. 

Saya yakin kita semua bisa sukses dengan itu semua. Tentu saja dengan tidak meninggalkan peran Tuhan di dalamnya. Mungkin 30 juta bukan nominal yang seberapa untuk beberapa blogger senior, mungkin juga jadi jumlah sekali payout para senior dari Adsense atau bahkan deal kerjasama dengan satu brand. 

Salut dan kagum dengan bloger senior yang selalu menjadi inspirasi saya. Namun, saya menuliskan ini sekali lagi semata sebagai self reward, motivasi bagi diri sendiri dan para pembaca serta beberapa teman yang menginginkan saya menuliskan ini. Tentu saja juga sebagai pengingat bahwa saya masih bloger bau kencur. 

Namun hal tersebut juga tidak mengkerdilkan saya untuk berbagi ilmu, memberikan bakti untuk memberdayakan perempuan khususnya lewat blogging. Harapannya semua perempuan dengan hobi yang sama seperti saya bisa berdaya dari rumah.

Wujud Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti pun bisa terealisasikan. Bukan hanya mereka yang menerima bakti yang bahagia, tapi sang pemberi bhakti pun juga tak kalah bahagianya. Karena akhirnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya.

Bagaimana denganmu teman curhat? Andai teman-teman adalah seorang  praktisi maupun ahli dalam bidang tertentu, bentuk pengabdian apa nih kira-kira yang bisa diberikan untuk masyarakat? Bagi pengalamanmu juga di kolom komentar yuk! Siapa tahu bisa menginspirasi yang lainnya :)

#BlogUnparPengabdian

10 Comments

  1. wah makasih banyak infonya ka, apalagi buat aku baru suka nulis dan masih pemula banget blm begitu ngerti di dunia blogging ini. jd pngen ikutan kelas gratisnya deh hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mba bisa daftar melalui link berikut :)
      https://forms.gle/wTZsVMfApruv8GzM9

      Delete
  2. Wah keren, aku masih penulis pemula yang jadi bersemangat setelah baca artikel mbak. Sebagai penulis pemula belum banyak yang bisa dilakukan untuk memberdayakan masyarakat sekitar

    ReplyDelete
  3. Wow keren, buat kelas blogger untuk pemula. Semoga disukseskan mbak dan membantu banyak blogger

    ReplyDelete
  4. Artikelnya bermanfaat sekali jadi menambah banyak pengetahuan baru tentang blogging

    ReplyDelete
  5. Keren Mbak Ji. Aku tuh ngefans sama konsistennya Mbak Ji luar biasa apalagi bisa mengelola banyak blog dan semuanya aktif. Ah, memang yang penting itu konsisten. Semoga lancar ya sharingnya Mbak, keren MasyaaAllah.

    ReplyDelete
  6. Masya Allah, semoga apa yang kita dapat di sekolah dan dimanapun, bisa dibaktikan sma banyak orang yaaa :) keren Mba Ji semangat terus

    ReplyDelete
  7. Mbak untuk kelas untuk blogger pemula pendaftarannya dimana ya mbak, pengen ikut belajar

    ReplyDelete
  8. Wuih keren banget kk 😍😍 btw daru awal saya nemu kata sesanti itu apa ya artinya?

    ReplyDelete
  9. Mba Jihan aku padamu. Banyak banget hal yg menginspirasi dari mba Jihan pokoknya
    Bismillah gabung ya aku.

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post