Ibu saya adalah ibu pekerja. Apalagi dulu sebelum diangkat menjadi abdi negara. Mengajar di sekolah-sekolah swasta tentu lebih menguras tenaganya dari waktu ke waktu. Sehingga jarang sekali saya "bermesraan" dengan Ibu.

Bahkan nih ya, Ibu saya pernah dipanggil oleh wali kelas saat saya masih kelas 1 SMP. Saat itu, wali kelas memberikan pertanyaan dalam sesi konseling kelompok.

Kalau diberi pilihan, kalian lebih memilih mana? Liburan dengan teman atau liburan dengan orangtua?

Tak menyangka ternyata jawaban saya "berlibur dengan teman" akan membawa dampak dipanggilnya Ibu saya ke sekolah. Pasalnya, kata wali kelas saat itu, anak-anak seusia sebaiknya lebih condong untuk menghabiskan liburan bersama keluarganya dibanding dengan teman sebaya. Begitu juga dengan jawaban teman-teman saya waktu itu.

Wali kelas pun bertanya, 

Kenapa kamu memilih liburan bersama dengan teman?

Soalnya kalau sama Ayah atau Ibu, itu ngga mungkin Pak.

Kedekatan Saya dan Ibu

Entah bagaimana ceritanya sejak saat itulah Ibu saya mulai memberikan perhatian yang lebih intens pada saya. Hari-hari beliau libur ataupun pulang lebih cepat, disempatkan untuk mengajak saya keluar berdua meskipun hanya membeli kebutuhan pokok di rumah yang sudah habis.

Ayah dan Ibu saya menyadari bahwa waktunya untuk saya yang masih kecil saat itu sangat kurang. Namun semua itu dilakukan untuk memenuhi kehidupan kami. Sekarang saya sudah memahami bagaimana orangtua sangat ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, meskipun terbentur dengan realitas.

Sebagai anak, saya akhirnya memahami bagaimana dilemanya orangtua pekerja.

Oleh karena itu waktu berkualitas bersama dengan Ibu baik saat makan malam, menyiapkan sarapan, bahkan mencuci baju bersama menjadi waktu-waktu yang sangat berharga bagi kami.

Saat saya masih bayi, Ibu juga bercerita bahwa me time kami berdua ya tidak jauh berbeda saat saya sudah menginjak usia remaja. Ibu berusaha untuk memandikan, menyiapkan baju dan sarapan saya sendiri. Baru setelah itu tugas lainnya didelegasikan pada asisten rumah tangga.

Cussons Baby Powder Mendekatkan Saya dan Ibu

cussons baby powder bonding

Kualitas bonding saya dengan Ibu saat itu tentu saja didukung oleh Cussons Baby Powder yang selalu mengingatkan saya pada sentuhan eyang putri yang kini sudah tiada. Dulu, saya dipaksa banget untuk selalu pakai bedak Cussons sampai SD.

Ibu juga menuruti Eyang untuk selalu memakaikan bedak dengan harum yang khas itu pada saya.

Kini, saya berterimakasih karena Ibu sudah mengenalkan saya pada Cussons Baby Powder sejak saya masih belum bisa berbuat apa-apa. Karena akhirnya saya pun bisa memanfaatkan waktu yang berkualitas bersama dengan anak saat mandi, setelah mandi, dan juga sebelum tidur dengan sentuhan-sentuhan lembut untuk memperkuat bonding yang saya inginkan.

Keharuman yang terus terjaga selama delapan jam tersebut seolah-olah menghadirkan wangi Ibu di setiap aktivitas anak-anak. Meskipun saya bekerja, saya ingin Isya tetap merasa dekat dengan ibunya.

Bersyukur sekali saya diberi kesempatan untuk merawat Al Isya dengan tangan saya sendiri. Meskipun di beberapa bulan awal sempat dibantu asisten yang jagain Isya.

Ada satu titik dimana waktu itu saya benar-benar bersyukur atas keadaan saat ini. Masih diberi kesehatan, kelengkapan anggota tubuh, Isya juga tumbuh sehat tidak kurang suatu apa. Pasca melihat anak-anak pejuang NICU yang tentu tidak mendapatkan sentuhan fisik dari ibu mereka karena keadaan yang tidak memungkinkan, saya jadi sungkan sendiri kalau ingin mengeluh pada Tuhan. Terlebih kalau soal anak.

Sudah diberi banyak kenikmatan dan kesempurnaan, bukannya bersyukur malah ngeluh melulu. Meskipun itu manusiawi, tapi jangan sampai jadi kebiasaan ya.

Bentuk bonding kita dengan anak lewat sentuhan-sentuhan lembut setiap harinya saja sudah menjadi satu hal yang patut untuk kita syukuri. Jadi kalau anak susah "dipegang" karena sudah mulai aktif sana-sini, lalu saya mulai mengeluh, saya akan melihat lagi tulisan ini. Harapannya semoga menjadi pengingat bahwa ada banyak ibu di luar sana yang mengharapkan anaknya bisa berlarian seperti anak saya.

Jadi satu-satunya jalan agar tetap "waras" ya memang sering-sering menengok kondisi orang lain yang jauh lebih tidak beruntung daripada kita. Udah deh auto bersyukur dan anak tidak akan menjadi sasaran kekesalan atau emosi kita karena lelah mengurus rumah seharian.

Beruntung banget Cussons Baby Powder memiliki aroma Moodscent yang tidak hanya membentuk mood bayi menjadi lebih baik dan tenang, tapi juga orangtuanya, ibunya. Wangi yang ada di dalam bedak seolah mampu menghambat aliran emosi dari amygdala menuju lisan atau tangan bahkan kaki. Lalu tinggal inhale-exhale saja untuk membuang emosi negatif tersebut.

Sudah pernah coba? Yuk, cobain bagaimana fungsi Moodscent pada Cussons Baby Powder memberikan sedikit cahaya ketika otak sudah mulai tertutupi awan.

Bantuan Cussons Baby Powder

Sebelum kita memahami bagaimana fakta tentang sentuhan pada bayi dan juga aroma yang dapat merangsang produksi hormon yang membuat pikiran kita relax, ada baiknya kita mengetahui siapa ketiga ahli di bidang kesehatan anak dan neuroscience yang menjadi pembicara dalam virtual event bersama Cussons Baby Powder.

cussons baby powder


Berkenalan dengan Professor Francis McGlone

Beliau menyelesaikan gelar BSc(Hons) dalam bidang Neurobiology dan PhD dalam bidang Sensory Neuroscience di University of Sussex. Setelah mengemban tugas pasca-doktoral di Manchester University, ia kemudian bergabung sebagai Senior Neuroscientist di Pain Research Institute, yang merupakan bagian dari fakultas kedokteran Liverpool University, dimana ia banyak meneliti soal mekanisme rasa sakit neuropati kronis.

Penelitian ini adalah permulaan dari realisasi bahwa penelitian ke dalam otak/pemikiran manusia harus dilakukan dengan pendekatan multi-disiplin. Area utama dalam penelitian akademisnya adalah tentang karakteristik pada bagian aferen c-fibres pada manusia yang menyelami lebih jauh lagi perannya pada rasa sakit dan rasa gatal (penelitian ini kemudian mendapatkan penghargaan IgNoble Prize).

Kemudian penelitian tersebut berlanjut secara lebih terpadu, dengan penemuan kelas baru aferen c-fibres-C-tactile – yang dihipotesakan dapat menandai sebuah sentuhan intim yang menyenangkan.

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui perekaman rentangan unit singular dengan microneurography, pengukuran psychophysical, neuroimaging fungsional, pengukuran-pengukuran tingkah laku, serta pendekatan psychopharmacological untuk menyelami lebih jauh peran transmiter serotonin pada otak dan hubungannya dengan sentuhan sosial.

Berkenalan dengan dr. Haryono Hartono, PhD

Beliau adalah Head of Research & Development, APAC in PZ Cussons. Dr Hartono memiliki gelar PhD dalam bidang Material Science & Engineering dari The National University of Singapore and The Massachusetts Institute of Technology.

Ia aktif berkecimpung di berbagai penelitian dan pengembangan yang berfokus pada perawatan kulit dan perawatan tubuh selama lebih dari 10 tahun sehingga memberikannnya pengetahuan yang mendalam tentang fisiologi kulit, produk perawatan kulit, serta desain produknya. Dr. Haryono juga pernah menjadi Sensory Trainer di salah satu merk perawatan kulit ternama di Asia, yang bertugas memberikan penilaian serta pemahaman terhadap dampak suatu produk pada kulit.

Saat ini, Dr Haryono menjabat Head of Research & Development, APAC di PZ Cussons, yang berlokasi di Singapura. Ia bertanggung jawab untuk semua inovasi dan pengembangan produk bayi, anak, serta personal care di kawasan APAC yang membawahi merk Cussons Baby, Cussons Kids, Imperial Leather, Original Source, dan Carex.

virtual event cussons

Berkenalan dengan dr.Mesty Ariotedjo, SpA

dr. Mesty Ariotedjo, SpA adalah dokter spesialis anak lulusan FKUI-RSCM. Selain sebagai dokter, Mesty juga mendirikan sebuah start-up, WeCare.id sejak September 2015, bersama dengan Gigih Septianto. WeCare.id merupakan portal penggalangan dana khusus dalam bidang kesehatan yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

Fakta tentang Manfaat Sentuhan pada Bayi

Dari ketiga narasumber yang super keren di atas, saya mendapatkan insight baru yang sangat berharga. Terutama soal sentuhan pada anak serta aroma yang menyertainya. Resume dari pembicaraan tersebut kurang lebih seperti ini :

  • Sentuhan merupakan elemen yang fundamental terhadap sistem kekebalan tubuh serta perkembangan otak bayi. Jadi jangan pernah remehkan sentuhan kecil yang pada dasarnya sangat bermanfaat untuk perkembangan otak serta sistem kekebalan tubuh pada bayi.
  • Berdasarkan riset yang sudah dilakukan, efek sentuhan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kemampuan berbahasa, kemampuan kognitif, serta kompetensi sosial dan emosional. Tidak heran anak yang tumbuh dengan penuh kasih sayang serta orangtuanya yang kerap kali memberikan sentuhan kasih sayang dan semangat positif, akan tumbuh menjadi anak yang ceria, optimis dan tentu saja akan mudah bergaul dengan banyak orang.
baby CT


  • Pengalaman sentuhan yang pertama kali dialami oleh bayi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan lanjutan selama hidupnya. Jika anak dibesarkan dengan sentuhan-sentuhan kasar, terutama saat ia masih bayi akan memengaruhi bagaimana ia tumbuh menjadi seorang anak hingga dewasa.
  • Efek sentuhan juga dapat menurunkan hormon kortisol yang diketahui dapat menurunkan imunitas kita. Itulah mengapa banyak film yang menyatakan secara tersirat bahwa pelukan dan sentuhan kasih sayang dapat menyembuhkan luka (baik fisik maupun batin) seseorang. Tidak hanya pada anak, tapi juga orang dewasa.
  • Penelitian membuktikan bahwa Neurofibre yang ada di seluruh tubuh kita akan merespon lebih optimal melalui sentuhan lembut dan penuh kasih sayang. (Neurofibre banyak terdapat di area belakang kepala, sekitar wajah dan juga area perut).
  • Secara jangka panjang, efek sentuhan dapat memengaruhi sistem genetis pada otak bayi, sehingga ia akan lebih mengendalikan stress di berbagai tahap pertumbuhan selanjutnya.

Jadi, sentuhan secara ilmiah, memang dapat menghasilkan pertumbuhan anak yang optimal.

Mengapa Cussons Baby Powder?

cussons baby powder
Selain sudah menjadi rujukan turun temurun, Cussons Baby Powder juga memiliki banyak kelebihan yang bisa kita manfaatkan dalam membangun bonding yang berkualitas bersama anak. Apa saja itu?

  • Efek tekstur pada Cussons Baby Powder ternyata dapat merangsang Neurofibre lebih optimal (karena sentuhannya menjadi lebih lembut).
  • Inovasi Moodscent pada Cussons Baby Powder sudah dipatenkan dan bisa menjadi pilihan bagi ibu-ibu sesuai dengan suasana hati. Aroma Moodscent yang menyertai setiap sentuhan kita dapat membuat bayi lebih mengenali lagi hubungan positif antara sentuhan serta aroma yang menyenangkan.
  • Cussons Baby Powder hadir dengan Wangi Baru yang dirancang dengan inovasi Moodscent. Yaitu Cussons Baby Powder Soft & Smooth dengan wangi Sakura, Cussons Baby Powder Mild & Gentle dengan wangi Vanilla, dan Cussons Baby Powder Fresh & Nourish dengan wangi Berries.
  • Selain itu Cussons Baby Powder tetap mempertahankan kualitas produknya dengan bedak yang telah disterilisasikan, teruji klinis dan telah tersertifikasi Halal.
  • Wangi yang lebih tahan lama hingga 8 jam dan diperkaya dengan Essential Oil
Cussons Baby Powder baru dengan aroma Sakura, Vanilla & Mixed Berry memberi kenyamanan dan kesegaran bagi kulit bayi yang sehat dengan formula yang lembut dan tekstur yang menyenangkan. Kita bisa memilih varian Baby Powder yang sesuai dengan suasana hati.

Semua aroma tersebut telah diformulasi tepat dan teruji secara klinis. Semua wewangian yang dikembangkan oleh Cussons telah diciptakan sesuai standar International Fragrance Association (IFRA) di setiap fase perkembangan bayi mulai dari tahapan yang paling awal, pada saat mereka berkembang, hingga fase paling aktif mereka sebagai toddler dan anak.

Jadi, masih ragu nih untuk meningkatkan bonding bersama anak dengan Cussons Baby Powder?


Post a Comment

Previous Post Next Post