Ada yang sudah nonton Manusia Setengah Salmon kan? Kalau saya, baru tahun 2021 menonton film ini melalui Netflix. Berawal dari mencari-cari tontonan yang menghibur dan ngga berat, akhirnya pilihan saya jatuh pada Manusia Setengah Salmon.

Film yang diadaptasi dari novel karya Raditya Dika. Novelis yang beken di zamannya. Termasuk juga sebagai komika, Youtuber sekaligus influencer yang menurut saya mendidik sekaligus menghibur.

manusia setengah salmon
source : film.cs


Belajar dari Manusia Setengah Salmon

Meskipun baru nontonin Manusia Setengah Salmon tahun ini, namun saya pikir pesan-pesan yang terkandung di dalam film tersebut tak lekang oleh waktu. Memaknai bagaimana ikan salmon bermigrasi, berpindah tempat dan menemukan tempat barunya untuk pulang.

Jadi dalam film ini dikisahkan tentang seorang Dika yang baru saja putus dengan pacarnya yang bernama Jessica. Alasan putusnya sebenarnya tidak jelas juga sih. Jessica bilang, dia hanya berjalan di tempat selama bersama dengan Dika.

Dika pun terpaksa menerima keputusan Jessica dan berusaha untuk moveon meskipun sulit. 

Peristiwa putusnya Dika dengan Jessica ini dibarengi dengan penulisan novelnya yang ke-5. Editor Dika juga menyarankan agar ia mencari suasana baru agar jalan cerita serta greget yang ingin disampaikan melalui novel itu berbeda dengan novel-novelnya sebelumnya.

Begitu juga dengan keinginan Papa dan Mama Dika untuk pindah rumah. Karena Papa dan Mama Dika ingin hidup di lingkungan yang lebih sepi. Tidak terlalu padat dan juga dengan rumah yang lebih luas meskipun harus di pinggiran kota.

Awalnya Dika menolak, karena ia sudah terlanjur nyaman dengan rumah lamanya. Sampai suatu ketika Dika bertemu dengan teman perempuannya dulu ketika SMP. Namanya Patricia. Pertemuan pertama ternyata disambut baik oleh Patricia. Hingga akhirnya Dika berhasil dekat dengan teman semasa SMPnya itu.

Patricia pun menunjukkan sinyal-sinyal yang diharapkan oleh Dika. Beriringan dengan persetujuan Dika dan adik-adiknya atas keputusan Mama Papanya untuk pindah rumah.

"Tahu ngga sih Dik? Nyari rumah itu kayak nyari jodoh. Cocok-cocokan. Kalau sudah ketemu yang pas udah ngga usah mikir lama-lama." (Mama Dika ketika sudah menemukan rumah baru yang cocok)

Kepindahan Dika juga disertai dengan momen jadiannya dengan Patricia. Namun Dika merasa dia tak bisa meninggalkan kenangan lamanya bersama Jessica. Pun dengan rumah barunya. Ia sangat tidak terbiasa. Tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang tertinggal.

Termasuk ketika Dika secara tak sengaja memilihkan baju untuk Patricia. Ternyata baju yang dipilih Dika adalah baju yang dulu pernah dipakai oleh Jessica. Ketika Patricia tahu hal itu, terlebih ketika Dika masih menyimpan foto Jessica di dompetnya, ia marah dan ingin mengakhiri hubungannya dengan Dika.

Dika bingung. Apa yang harus ia lakukan? 

Hidup adalah tentang Perpindahan

Apa yang disebut Dika sebagai masa lalu harusnya memang hanya tinggal masa lalu. Dika tersadar ketika melihat Jessica sudah menggandeng pria lain di depan matanya, dan dengan bangga mengenalkan padanya bahwa lelaki yang digandengnya itu adalah pacar barunya.

"Aku kan harus moveon Dik. Kalau ngga, aku ngga akan kemana-mana. Justru aku menjadi lebih baik ketika bersama dengan pacar baruku. Itu semua karena kamu. Aku mengambil banyak pelajaran dari hubungan kita dulu." (Jessica dalam Manusia Setengah Salmon)
 

Ucapan Jessica itulah yang membuat Dika sadar bahwa ia memang harus segera meninggalkan masa lalunya. Mengambil pelajaran, lalu memulai dengan yang baru. Begitu pun hubungannya dengan Pak Sopirnya yang bau ketek itu. Dika harus lebih jujur dan berani mengungkapkan sesuatu meskipun pahit.

Dika pun menyusul Patricia dan memintanya untuk kembali dalam hidupnya. Meminta Patricia untuk menjadi tempat kembalinya.

Pada akhirnya Dika juga terbiasa dengan rumah barunya, suasana baru di rumahnya, serta Mama dan Papanya yang semakin menua. 

Sebagaimana ikan salmon. Ikan salmon adalah termasuk hewan yang melakukan migrasi untuk melahirkan anak-anak mereka.

Setiap tahun, ikan salmon akan bermigrasi dari Samudra Pasifik atau Samudra Atlantik ke sungai-sungai tempat mereka dilahirkan. Jika dihitung, perjalanan yang dilakukan oleh ikan salmon bisa mencapai 1000 kilometer lebih.

Begitu juga dengan kita. Hidup ini seperti perpindahan.

"Hidup ini penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya.

Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa kita dapatkan tanpa melakukan perpindahan. Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon : Berani Pindah." (Raditya Dika dalam Manusia Setengah Salmon). 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post