cinta pertama

Kata orang, cinta pertama adalah cinta yang akan selalu terkenang. Banyak juga yang bilang cinta pertama sulit untuk dilupakan. Benarkah demikian?

Katakanlah ada seorang lelaki yang jatuh cinta di usianya yang ke-14. Sepuluh tahun kemudian, lelaki itu menemukan kembali cinta pertamanya. Akankah kenangan sederhana yang dulu ada di kepalanya masih terekam jelas?

Entah saat itu berakhir bahagia atau berakhir dengan penuh luka, yang jelas memang sulit untuk dilupakan. Kira-kira kenapa ya cinta pertama itu sulit untuk dilupakan? 

Kenapa Selalu Terkenang?

Beberapa alasan yang mungkin saja terjadi dalam kepala kita ketika jatuh cinta pertama kalinya mungkin karena hal-hal seperti :

  1. Pengalaman Pertama.
    Dimana-mana memang pengalaman pertama akan selalu berkesan. Pengalaman pertama yang kita dapatkan soal apapun itu, biasanya kenangannya akan terbawa kemana-mana.

    Misalnya saja kenangan ketika mengendarai kendaraan bermotor untuk yang pertama kalinya untuk saya. Saat itu, jatuh adalah hal pertama yang saya ingat. Kenangan itu ternyata terekam jelas sampai saat ini. Dua puluh tahun lalu, kejadian itu masih saya ingat.

    Atau ketika seorang laki-laki menyapa gebetannya yang bernama Veronika misalnya, perasaan senang ketika sang lelaki tersebut sekadar menyapa Veronika di lorong sekolah.
    Hal-hal kecil yang mampu membuat kita super bahagia itulah yang konon membuat cinta pertama sulit untuk dilupakan.

  2. Kebodohan yang Pernah Dilakukan. Pernahkah sobat curhat merasa pernah melakukan kebodohan karena cinta pertama?

    Hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan untuk mendapatkan perhatian seseorang juga salah satu faktor mengapa cinta pertama susah dilupakan. Misalnya saat kita berpura-pura salah mengirim pesan atau ekstra usaha untuk meminjam sesuatu darinya. Berbagai usaha deh, agar bisa memulai komunikasi dengan sang pujaan hati.

    Ada tidak yang sempat-sempatnya pergi ke wartel hanya untuk menelepon iseng telpon rumah gebetan? Hanya ingin mendengar suaranya saja dari kejauhan. Padahal mah besok di sekolah juga bertemu lagi kan.
    wkwkwk, kadang apa yang kita lakukan pun tidak realistis kan.

  3. Pengalaman Patah Hati PertamaCinta pertama juga akan berkesan karena saat itulah pertama kalinya kita merasakan patah hati. Rasa sakit yang sulit diungkapkan, tentu pernah kita rasakan. Entah karena cinta yang tak terbalas, atau karena dia melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan.

    Apalagi saat hubungan kita harus berakhir dengan cara yang tidak mudah. Sakitnya pasti akan membayangi, bahkan sampai kita dewasa. Sebagaimana ketika saya dikhianati oleh cinta pertama, sakitnya tuh sampai sekarang. 

    Namun jangan sampai kesakitan itu memperburuk kondisi kita ya. Saya sih malah menjadikan kesakitan dan patah hati itu sebagai motivasi untuk lebih baik lagi. Menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan berprestasi. Agar kelak, ada rasa sesal dalam hatinya tidak bisa mendapatkan gadis yang dulu pernah dikhianatinya. Eaa~

  4. Hubungan yang Masih Sederhana. 
    Uniknya, cinta pertama ini memang kebanyakan masih murni, tanpa paksaan, no modus-modus club lah kalau kata anak zaman sekarang.
    Oleh karena itu, tak jarang kita merindukan perasaan menyenangkan dan tanpa beban. Seperti saat merasakan cinta pertama.
    Iya apa iya?
Bagaimanapun cinta pertama kita adalah masa lalu yang memang tidak boleh untuk terus diingat. Apalagi buat yang sudah menikah. Bisa bahaya. Jangan sampai benih-benih cinta lama bersemi kembali setelah reuni menjangkiti kita ya.

Fokus dengan masa depan dan syukuri apa yang kita punya saat ini.

Cinta Pertama bagi Perempuan

Ada juga yang mengatakan bahwa cinta pertama seorang perempuan adalah ayahnya. 
Laki-laki yang bertanggung jawab atas dirinya, darahnya, kehormatannya, serta segala kebutuhannya. 
Ketika ditanya, tipe lelaki mana yang saya sukai? Saya menjawab, seperti ayah saya. Walaupun dulunya saya sempat membayangkan bagaimana rasanya jika punya suami seperti Tae Yang personil Big Bang?

Bangun tidur melihat lelaki yang kita sukai parasnya, suaranya, seperti seorang idola tentu menjadi kebahagiaan tersendiri.

Namun, ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ternyata jauh di dalam hati saya, menginginkan lelaki seperti ayah saya. Kesabarannya, kepintarannya, caranya menyelesaikan masalah, caranya menghadapi perempuan, serta bagaimana beliau menjadi imam dalam rumah tangga.

Alhamdulillah, sesuai dengan doa yang saya panjatkan akhirnya Allah mengabulkan itu. Meskipun tidak semuanya seperti yang saya idolakan dalam diri ayah. Namun yang saat ini menjadi pendamping adalah seseorang yang menjadi cinta pertama dan terakhir saya.

Seseorang yang selalu ada saat sakit, bahagia, bahkan ketika saya marah. Faktanya cinta yang dulu saya katakan cinta pertama, nampaknya bukanlah cinta. Ternyata inilah arti cinta pertama bagi saya. Seorang laki-laki yang telah terbukti mampu menaklukkan ego dan tingginya harga diri saya sebagai seorang perempuan.

Aisyah radhilallahu 'anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda :

Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku (HR. Tirmidzi)

 Bagaimana dengan cinta pertamamu? yuk curhat di sini.

1 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post