Berapa sih sebenarnya bayaran bloger? Ada cerita menarik nih. Baru saja saya alami beberapa jam yang lalu. Buat teman curhat yang penasaran, berapa sih sebenarnya bayaran bloger? Beneran bisa buat jajan boba setiap hari selama seminggu? Wo iya jelas, tapi... Nah, ada tapi-nya nih.

berapa bayaran bloger


Berapa Bayaran Bloger?

Jika teman curhat adalah seorang bloger, tentu sudah tahu perbedaan content writer dan bloger. Content writer atau yang biasa disingkat CW menuliskan sesuatu sesuai pesanan klien. Sedangkan bloger, dia tidak hanya menulis artikel pesanan, tapi dia juga "menyewakan rumahnya" untuk menerbitkan artikel itu sendiri.

Itulah mengapa bayaran bloger dan content writer berbeda. Bahkan perbedaannya lumayan jauh sih kalau menurut saya. Terlebih bagi bloger profesional yang bayarannya sudah pakai mata uang dollar. 

Lalu berapa bayarannya dong? Ah elah daritadi muter-muter aja, sebut aja berapa. Wkwk, sabar dulu gengs..

Berapa bayaran bloger umumnya ditentukan terlebih dahulu bagaimana performa blog yang dimiliki. Ada yang menilai performa blog dari pageview, domain authority, domain rating, alexa, dan lain-lain. Ada juga yang tidak melihat itu semua. 

Semakin bagus performa blog yang kita miliki, semakin tinggi pula rate yang bisa kita tawarkan. Selama saya ngeblog serius dengan blog berTLD alias top level domain, harga paling rendah yang pernah saya terima adalah sebesar Rp 75.000,- itu pun jenis kerjasamanya content placement, alias konten sudah disediakan kita tinggal ngepost.

Ada juga yang memberi harga Rp 80.000 sudah sekalian ongkos nulis. Ada juga yang sangat profesional menghargai kerja keras bloger dengan fee Rp 500.000 sampai 1 juta rupiah untuk artikel yang dipublish. Ini yang bikin senyum, ya ngga sih? :)

Sebenarnya ini mutlak hak kita juga kok. Mau diambil atau tidak, toh kembali pada hak masing-masing bloger. Namun jangan sampai kita merendahkan kualitas blog kita sendiri dengan menerima job asal-asalan yang fee nya kurang masuk akal.

Ada lho agency yang menurut saya kurang pintar bernegosiasi sehingga bloger hanya diberi fee Rp 30.000 saja untuk content placement. 

Suka Duka Dibayar Tiga Puluh Ribu Rupiah

Untungnya blog ini zona bebas curhat yang siapapun bisa mengeluhkan apapun yang meresahkan, wkwk termasuk saya yang meresahkan fee content placement seharga tiga puluh ribu rupiah saja. Buat transfer beda bank saja sudah tinggal 25ribu bok!

Ya udah sih jangan diterima, kok repot.

Ya ngga gitu juga sih, Masalahnya kalau banyak agency seperti ini dan banyak brand yang menghargai bloger dengan harga yang ngawur seperti ini, maka dia juga telah menjatuhkan harga bloger yang lain. 

Bayangkan saja kalau banyak brand yang memberikan fee segitu untuk bloger, dipotong agency lima ribu rupiah misalnya, ya ampun, ngga kebayang gimana hancurnya harga bloger nanti.

Jadi ceritanya nih, saya masuk ke dalam sebuah grup job. tidak usah disebut lah ya jobnya apa. Pasti banyak yang tahu juga kalau circle pertemanan bloger ya memang lu lagi lu lagi. Dalam grup tersebut disebutkan bahwa bloger akan mendapatkan produk seharga 100 hingga 150rb. Sebagai gantinya, bloger harus menayangkan artikel yang sudah disediakan.

Lalu muncul kabar bahwa bloger dengan nomor urut 60 sampai 200 tidak akan mendapatkan produk, tapi diganti dengan fee gopay. Saya berpikir okelah kalau content placement harganya sekitar 80 sampai 100ribu.

Sebelum ada fix harga, agency sudah membagikan beberapa artikel ke bloger sesuai urutan. Tahu tidak bagaimana artikel yang saya terima? Amburadul. Banyak typo dan kalimat sama yang diulang-ulang sampai mabok. Sampai saya sendiri tidak paham apa yang mau disampaikan sebenarnya lewat tulisan itu?

Sehingga saya harus merombak tulisan tersebut agar enak dibaca. Mereka mengirim artikel 300 kata dengan susunan yang bikin istighfar plus ketypoan yang saya pikir memang brandnya itu namanya. Setelah dipublish ternyata typonya memang ngga sengaja. 

Agencynya berpikir bahwa menayangkan artikel di blog itu ya tinggal publish saja. Padahal kalau ada artikel yang tidak enak dibaca, siapa yang akan menanggung cibiran pembaca? Yang punya blog lah, masa iya agencynya. Pembaca mah maunya tahu jadi. 

Oleh karena itu setiap ada content placement saya selalu menyesuaikan bahasanya dengan bahasa saya sendiri. Jadi kalau banyak typo dan kalimat yang aneh di sana sini, wajib saya perbaiki.

Kabar hari berikutnya ternyata fee nya tiga puluh ribu rupiah saudara-saudara! 30 ribu rupiah untuk 2 external link alias backlink untuk brand. Ditambah dengan kualitas artikel yang berantakan seperti itu. Menurut saya BIG NO dipasang di blog lah. Tapi ngga masalah kalau teman curhat mau menerima harga segitu, asal jangan diletakkan di blog utama, blog dengan TLD. Kasih aja blog zombie, selesai. 

Walaupun begitu saya tetap tidak ingin harga bloger diremehkan. Meskipun blognya tidak berTLD, banyak juga kok blog yang punya kualitas tulisan yang sangat baik, juga pengunjung yang tidak main-main jumlahnya. Tapi mbok ya jangan segitu, hihi..

Siapa lagi yang bisa menghargai kita selain diri sendiri kan?

Saran Untuk Agency

Jadi saran saya untuk agency, ketahui dulu perbedaan bloger dan content writer itu apa. Ketahui juga bagaimana bloger membangun "rumah" mereka. Bagaimana kerja keras mereka. 

Jika agency tahu pasti akan memperjuangkan "hak bloger" ke brand dengan layak kok. Kalau brand memang tidak tahu harga bloger, lebih baik tidak usah ikut menangani job yang melibatkan bloger. Daripada keberadaannya hanya menurunkan rate bloger saja.

Kalau ditiru brand lain gimana? Berapa bayaran bloger? Eh, disitu harga bloger cuma tiga puluh ribuan lho. 

Yaudah deh, mending tutup aja nih blog, wkwkwk~

Salam blogers <3


3 Comments

  1. Keren dong bisa membuat kita beristigfar, apalagi yang sering kelupaan zikir. Wkwkwk.

    ReplyDelete
  2. Berani-beraninya ada yang bayar 30rb ke sekelas mbak Jihan.., wkwk

    ReplyDelete
  3. Saya juga kalau dapat CP kudu baca dulu. Sedih banget bayar 30rb walau konsepnya CP. Huhuhu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post