Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Banyak yang Salah Pilih: Ini Jawaban Bank vs Fintech untuk Transfer Uang Internasional

Globalisasi dan digitalisasi ekonomi membuat transfer uang internasional menjadi aktivitas yang semakin umum. Tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM, pekerja migran, freelancer, hingga investor lintas negara kini rutin mengirim dan menerima dana dari luar negeri. Dalam kondisi ini, muncul persaingan menarik antara bank konvensional dan fintech. Lantas, siapa yang sebenarnya lebih unggul?

Bank Konvensional dan Sistem Transfer Global

transfer uang internasional

Bank telah lama menjadi tulang punggung transaksi lintas negara melalui jaringan seperti SWIFT. Sistem ini memungkinkan pengiriman dana antarbank di berbagai negara dengan standar keamanan tinggi.

Menurut laporan World Bank, biaya rata-rata transfer internasional melalui bank masih tergolong tinggi, terutama untuk transaksi bernilai kecil. World Bank mencatat bahwa biaya pengiriman uang lintas negara secara global masih berada di kisaran 6–10 persen dari total nilai transaksi, tergantung rute dan penyedia layanan.

Keunggulan bank terletak pada:

  • Tingkat keamanan dan kepercayaan yang tinggi
  • Cocok untuk transaksi bernilai besar
  • Infrastruktur kuat untuk kebutuhan korporasi dan perdagangan internasional

Namun, bank juga memiliki keterbatasan. Proses transfer internasional bisa memakan waktu 2–5 hari kerja, dengan biaya yang sering kali tidak transparan sejak awal. Bagi pelaku usaha kecil atau individu, kondisi ini dapat menjadi hambatan, terutama jika transaksi dilakukan secara rutin.

Fintech: Solusi Cepat dan Transparan

Kehadiran fintech secara signifikan mengubah lanskap transfer uang internasional. Dengan teknologi digital, fintech mampu memangkas biaya dan waktu pengiriman secara drastis.

Berdasarkan data World Bank Remittance Prices Worldwide, penyedia non-bank termasuk fintech secara konsisten menawarkan biaya transfer yang lebih rendah dibanding bank tradisional. Selain itu, banyak fintech menggunakan kurs mendekati mid-market rate, sehingga penerima dana memperoleh nilai yang lebih optimal.

Keunggulan fintech meliputi:

  • Biaya lebih murah dan transparan
  • Kecepatan tinggi, bahkan real-time untuk rute tertentu
  • Akses mudah melalui aplikasi tanpa perlu kantor fisik

Bagi pelaku bisnis yang rutin kirim uang ke China untuk pembayaran supplier, biaya produksi, atau aktivitas impor, fintech sering menjadi pilihan karena efisiensi biaya dan kecepatan transfer yang berdampak langsung pada arus kas usaha.

Perbandingan Bank vs Fintech dalam Praktik

Jika dibandingkan secara langsung, keunggulan keduanya sangat bergantung pada kebutuhan pengguna:

Aspek

Bank

Fintech

Kecepatan

2–5 hari kerja

Menit hingga 1 hari

Biaya

Relatif tinggi

Lebih murah

Kurs

Ada markup

Mendekati kurs pasar

Keamanan

Sangat tinggi

Tinggi (teregulasi)

Fleksibilitas

Terbatas

Sangat fleksibel


Bank masih unggul untuk transaksi bernilai besar dan kebutuhan korporasi, sementara fintech lebih ideal untuk transaksi rutin, bernilai kecil hingga menengah, serta kebutuhan lintas negara yang menuntut kecepatan.

Transfer Internasional dan Dinamika Pasar Keuangan Global

transfer uang internasional

Menariknya, meningkatnya aktivitas transfer uang internasional juga berkaitan erat dengan dinamika pasar keuangan global. Ketika sebuah negara membuka akses investasi asing, arus dana lintas negara pun ikut meningkat.

Hal ini terlihat dari perkembangan pasar keuangan Arab Saudi, yang kini semakin terbuka bagi investor asing. Kebijakan tersebut mendorong pergerakan modal internasional yang lebih besar, baik melalui bank maupun fintech, dan memperkuat peran sistem transfer uang lintas negara dalam mendukung investasi global.

Dalam konteks ini, baik bank maupun fintech memiliki peran strategis dalam memastikan dana investor dapat bergerak dengan cepat, aman, dan efisien antarnegara.

Tren Masa Depan: Kolaborasi, Bukan Eliminasi

Alih-alih saling menyingkirkan, tren industri menunjukkan bahwa bank dan fintech justru bergerak ke arah kolaborasi. Banyak bank mulai mengadopsi teknologi fintech untuk mempercepat layanan digital, sementara fintech memperkuat aspek kepatuhan regulasi agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Inovasi seperti real-time payment, open banking, dan automated compliance diprediksi akan semakin mengaburkan batas antara bank dan fintech. Bagi pengguna, kondisi ini memberikan lebih banyak pilihan layanan sesuai kebutuhan.

Bank atau Fintech? Pilihan Terbaik Tergantung Kebutuhan Transfer Anda

Jika ditanya siapa yang menang di era transfer uang internasional, jawabannya tidak bersifat mutlak. Fintech unggul dalam kecepatan, biaya, dan kemudahan, sedangkan bank tetap relevan untuk keamanan tinggi dan transaksi bernilai besar.

Kesalahan paling umum bukan memilih bank atau fintech, melainkan menggunakan layanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan transaksi. Dengan memahami perbedaan keduanya, pengguna, baik individu maupun bisnis, dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan efisien dalam mengelola transfer uang lintas negara.


Han
Han Lebih suka dipanggil Han ketimbang Lohan. Menikmati sebagai penuntut ilmu sejati. Blogger cupu yang punya mimpi seperti bos kapanlagi

Post a Comment for " Banyak yang Salah Pilih: Ini Jawaban Bank vs Fintech untuk Transfer Uang Internasional"