Kamu sudah punya website untuk jualan tapi performanya masih stagnan? Atau website yang dibuat tak kunjung juga mendatangkan penjualan secara online? Berbagai permasalahan tersebut bisa jadi disebabkan karena adanya kesalahan yang berasal dari proses pembuatan website.

Meski saat ini proses pembuatan website sudah bisa dilakukan dalam hitungan jam, akan tetapi kamu juga tetap harus memperhatikan berbagai aspek vital yang mungkin akan mempengaruhi kenyamanan pengunjung. Misalnya, seperti tampilan layout yang rapi, pemilihan warna yang serasi, hingga code yang SEO Friendly.

Nah, agar kamu tidak terhindar dari berbagai kesalahan dalam membuat website yang sering terjadi. Berikut ini sudah kami rangkum beberapa aspek yang perlu kamu ketahui. Simak terus artikelnya sampai bagian akhir ya!

Kesalahan-kesalahan Dalam Membuat Website yang Perlu Dihindari

Kesalahan dalam membuat website tidak hanya bisa terjadi karena kurangnya informasi dan skill dari web developer. Namun, hal ini juga bisa terjadi dari faktor eksternal, seperti ketika kamu memilih layanan hosting atau server yang digunakan.

kesalahan dalam website


1. Tampilan Website Belum Responsive

Tampilan website yang responsive saat ini menjadi kunci jika kamu ingin memiliki website bisnis yang SEO Friendly. Pasalnya, di era serba digital seperti sekarang ini pengunjung tidak hanya melakukan browsing dari komputer atau smartphone saja. Melainkan bisa juga dari tablet atau notebook dengan berbagai ukuran layar.

Baca juga : apa itu Pakar SEO?

Bayangkan jika website kamu belum responsive, tentu hal ini akan mengurangi rasa nyaman pengunjung yang ingin membaca informasi dari blog atau website kamu, bukan?

2. Menggunakan Web Hosting Abal-abal

Kesalahan berikutnya yang juga tidak kalah sering terjadi adalah pemilihan layanan hosting yang asal-asalan. Hal ini biasa dilakukan oleh para blogger atau web developer pemula yang masih belum terlalu familiar dengan perusahaan web hosting di Indonesia.

Agar website kamu memiliki performa bagus, salah satunya kamu bisa menggunakan layanan hosting per tahun murah dari DomaiNesia yang sudah dipercaya oleh belasan ribu pengguna dari seluruh Indonesia.

3. Penggunaan Warna yang Kurang Pas

Memiliki website dengan tampilan warna yang beragam memang cenderung lebih menarik di mata sebagian orang. Namun, jika susunan warna yang digunakan kurang pas justru akan membuat esensi pesan atau informasi yang ingin disampaikan jadi lebih membingungkan.

Tips dari kamu, gunakanlah kombinasi warna secukupnya. Dimulai dari menentukan warna resmi perusahaan, kemudian warna pendukung dan pemanis yang bisa menambah harmonisasi tampilan.

4. Navigasi yang Membuat Bingung Pengunjung

Tahukah kamu jika rata-rata pengunjung hanya perlu waktu sekitar 2 detik untuk memutuskan apakah ingin tetap bertahan atau pergi dari sebuah website yang ia kunjungi? Tata letak navigasi sendiri memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi pengunjung karena bisa membantu mempercepat proses penjelajahan informasi yang dibutuhkan.

Jadi, jika website bisnis kamu masih menggunakan sistem navigasi yang sulit dipahami, maka jangan heran kalau tidak ada konversi penjualan yang terjadi.

5. Tidak Memperhatikan Heading

Heading dan subheading dalam sebuah website tidak hanya bisa memberikan kesan penting pada sebuah informasi. Akan tetapi, penggunaan heading 1,2,3,4, dan seterusnya juga bisa membantu mengoptimalkan website kamu agar lebih SEO Friendly.

Proses peletakan heading sendiri biasanya memiliki susunan seperti berikut ini: Heading 1 untuk judul website, Heading 2 untuk produk atau layanan yang ditawarkan, H3 untuk sub menu produk, dan seterusnya.

Selain untuk landing page, kamu juga bisa memakai heading dalam sebuah artikel sehingga konten yang disajikan jadi lebih rapi dan SEO Friendly.

6. Mengabaikan Ukuran File Gambar

Selanjutnya adalah terkait kesalahan dalam penggunaan media, baik berupa gambar ilustrasi, foto, ataupun video. Dalam beberapa kasus, masih sering terjadi penggunaan gambar dengan ukuran yang sangat besar sehingga memperberat loading website. Biasanya hal ini terjadi ketika pemilik website langsung menggunakan foto asli dari kamera tanpa melalui proses kompresi atau penyesuaian ukuran terlebih dahulu.

Hal ini tidak boleh terjadi, karena semakin banyak media berukuran besar yang diunggah ke website, karena semakin lemot pula loading website ketika dikunjungi.

7. Tidak Ada Call To Action yang Jelas

CTA atau Call to Action merupakan elemen vital yang sama pentingnya dengan navigasi. Pasalnya, keberadaan tombol call to action yang dirancang secara tepat akan semakin memudahkan pengguna yang ingin melakukan pembelian.

Sayangnya, para blogger ataupun web developer masih sering mengabaikan hal ini sehingga performa website masih belum menghasilkan konversi tinggi.

8. Layout Berantakan

Terakhir, kamu juga perlu menghindari kesalahan dalam menyusun layout sebuah website. Jika website bisnis yang saat ini kamu kelola memiliki layout berantakan dan tidak teratur, maka sebaiknya segera diperbaiki dengan desain yang lebih sederhana dan mudah dipahami agar calon pelanggan tidak buru-buru pergi.

Itulah berbagai contoh kesalahan dalam membuat website yang perlu kamu ketahui. Membuat website memang semakin mudah, tapi jangan lupa untuk memperhatikan aspek di atas agar performanya semakin maksimal.





Post a Comment

Previous Post Next Post