Kepada siapa istri harus curhat?, Ketika saya di chat oleh teman lama yang menceritakan tentang masalah ketidakharmonisan dengan suaminya. Dan kesimpulan yang saya tangkap adalah tidak adanya seseorang di dalam rumah yang mampu mendengarkan curhatannya.

Istri perlu curhat


Saat istri perlu curhat, ia tak bisa curhat kepada suaminya. Alasannya adalah mungkin saja si suami enggan mendengarkan keluh kesah si istri. Mau curhat pada anak-anaknya, dia khawatir akan membebani pikiran mereka. Terlebih jika anak-anaknya masih belum cukup umur untuk bisa menjadi teman curhatnya.

Lalu, apa yang istri lakukan? Tentu ia akan lari pada konselor, atau ia akan curhat pada teman dekatnya. Bersyukur jika tema dekatnya tersebut bisa memberikan nasihat serta arahan yang positif untuk ia bisa kembali bangkit serta sabar dan tegar atas permasalahannya. Justru yang membuat khawatir adalah jika yang di curhati ini termasuk teman justru malah akan menjerumuskannya. Membuatnya akan semakin menjauhi anak dan suaminya. Lebih-lebih jika yang di curhati adalah teman laki-lakinya, kemudian teman laki-laki tersebut memanfaatkan untuk memainkan perasaannya yang akhirnya, curhat itu berbuntut panjang dan tak jarang memunculkan hubungan asmara yang akan semakin merusak rumah tangganya. 

Kenapa Perempuan Perlu Curhat?

Salah satu yang membedakan antara perempuan dan laki-laki adalah ketua dia menghadapi permasalahannya. Jika laki-laki mendapatkan permasalahan dalam hidupnya, cara untuk dia bisa berdamai adalah dengan diam. Itulah sebabnya kenapa laki-laki sering terlihat murung dan tampak diam, sebabnya adalah bisa jadi dia sedang menghadapi suatu masalah.

Diam bagi sebagian laki-laki adalah siklus, yaitu siklus diam, dengan diam laki-laki akan merasa lebih tenang da berusaha mencari solusinya sendiri. Itulah mangkanya jarang sekali ditemui laki-laki yang datang pada konselor untuk mengatasi permasalahannya.

Berbeda terbalik dengan perempuan, jika mereka mendapatkan masalah dalam hidupnya. Cara sebagai bentuk upaya untuk meringankan bebannya adalah dengan menceritakan masalah tersebut kepada orang lain. Dengan bercerita, perempuan akan lebih merasa lega, baru bercerita aja sudah lega, bagaimana jika dia mendapatkan respon positif dan konstruktif dari teman yang membuatnya merasa lebih nyaman dan tenang.

Suami, Dengarkan Curhatan Istrimu

Salah-satu cara bagi para suami untuk membuat istri Anda tidak menceritakan masalahnya kepada orang lain adalah dengan jalan mendengarkan curhatnya. Jadikan diri Anda sebagai tempat curhat pertama kali. Jika Anda bisa mendengarkan dengan baik, serta merespon secara empati, maka semua beban perasaan istri sudah akan selesai di rumah. Yakinlah, ia tidak akan bercerita kepada siapapun, karena merasa semua sudah selesai di rumah. 

Oleh karena itu, salah satu kemampuan yang perlu dimiliki suami adalah kemampuan mendengarkan. Banyak suami tidak mau mendengarkan keluhan istri. Sehingga banyak para istri tidak nyaman untuk berbicara kepada suaminya karena dia tidak yakin bahwa pembicaraannya akan didengarkan. Dan ketika di rumah keluhannya tidak tertampung, maka istri akan memilih mencari tempat curhat di luar rumah. 

Selain kemampuan mendengarkan, yang harus dimiliki oleh para suami adalah kemampuan untuk merespon secara empati tentang keluhan dan cerita istri. Mendengar saja tidak cukup, karena isteri membutuhkan kepastian bahwa sang suami mengerti apa yang disampaikan. Maka suami harus mampu merespon secara empati semua yang di ceritakan sang istri. Respon empati ini tidak mesti dalam bentuk solusi, namun lebih kepada ungkapan yang menunjukkan keberpihakannya kepada sang istri.

Jangan Mengancam Istri

Bagi kebanyakan perempuan, curhat bisa menjadi media untuk penenenang jiwanya. Tindakan ini termasuk.kategori emotional focus coping. Yaitu sebuah penyelesaian masalah dengan fokus kepada penyaluran emosi. Itulah kenapa sangat tidak efektif jika seorang suami menekan istrinya dengan berbagai ancaman.

Seperti kalimat ancaman yang mengatakan jika sang istri dilarang untuk.menceritakan masalahnya pada guru ngajinya, atau melarangnya bercerita sama teman kantornya. Karena sebuah ancaman akan membuat istri Anda menjadikan istri Anda semakin yakin untuk curhat dan menceritakan masalahnya pada orang lain selain suaminya.

Karena, curhat adalah sebuah bentuk penyaluran emosi atau perasaan, yang menyebabkan kaum perempuan merasakan nyaman dan tenang. Ketika dia mendapatkan ancaman dan gertakan dari suami untuk tidak bercerita kepada siapapun, kenyatannya justru menjadi alasan yang lebih kuat baginya untuk mencari tempat curhat. Percayalah, ancaman Anda kepada istri agar tidak menceritakan pada yang lain itu tidak akan pernah efektif dan tidak akan mempan.

Mendengarkan Curhatan Istri Dengan Percakapan Bantal

Istri perlu curhat

Dalam kesibukan Anda bekerja setiap hari, sempatkanlah sedikit waktu untuk bisa mendengarkan istri Anda. Tentang apa saja yang perlu di dengarkan dan jangan dibatasi. Dengarkan apapun yang diceritakan istri dan beri respon positif dan berempati lah. Jika Anda termasuk suami yang sangat sibuk dan waktu mengobrol Anda sangat terbatas, tetap lakukan obrolan dengan istri Anda pakai metode "Percakapan Bantal".

Yang dimaksud dengan percakapan bantal adalah, sempatkanlah untuk mengobrol dengan istri pada menjelang jam tidur Anda, lakukan obrolan kalian di tempat tidur saja. Biarkan istri Anda bercerita panjang lebar tentang semua hal yang ingin disampaikannya. Jangan dibatasi pada tema tertentu, karena itu akan membuat istri tidak nyaman. Sungguh bukan suatu masalah jika Anda menunda tidur barang satu jam, dalam rangka mendengarkan omongan dan curhatan istri anda. 

Sembari berbaring berdua di tempat tidur, Andapun bisa menikmati obrolan berdua dengan istri. Berikan respon empati. Jika sudah cukup, ajak istri anda tidur, atau ajak untuk melakukan aktivitas yang lain sebelum tidur. Tapi jangan pernah mendahuluinya tidur disaat istri Anda masih asyik berbicara ya. Dengan cara itu, istri Anda akan merasa selalu nyaman dan aman berada di samping Anda, nyaman bercerita saat istri perlu curhat, karena Anda selalu bisa menampung curhatnya. Yakinlah, ia akan menjadi istri yang membuat anda bahagia selama-lamanya.

Semoga bermanfaat ya.

Artikel ini ditulis oleh team Jingga Group!

Tentang Penulis
Chasanatul Abniyah, akrab disapa dengan nama Sasha, mempunyai pekerjaan frelance content writer dan juga sampingan jualan olshop. Adalah seorang ibu pembelajar yang selain membaca dan menulis ia memiliki hobi memasak. Lahir di kota bunga-malang , ibu tiga anak ini mulai menuliskan cerita kesehariannya di blog sejak dua tahun terakhir dengan harapan apa yang dia tulis bisa bermanfaat untuk seseorang yang kebetulan membacanya. Silahkan mampir dan baca tulisan recehnya di www.bundaimut.com

Post a Comment

Previous Post Next Post