Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Miracle In Cell No 7, Udah Nonton Belum? Simak Sinopsisnya Yuk!

Mendapat pujian dari sutradara versi film aslinya, Miracle in Cell No 7 versi Indonesia, mencapai angka 5,8 juta penonton sampai hari terakhir tayang di bioskop. Miracle in Cell No 7 sendiri merupakan film asal Korea yang disutradarai oleh Lee Hwan Kyung. Untuk versi Indonesia-nya, Miracle in Cell No 7 disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Saya sendiri tidak tahu sejauh apa kemiripan antara Miracle in Cell No 7 versi Indonesia dengan versi aslinya. Sebab, saya memang belum menonton versi aslinya. Itulah mengapa tulisan ini juga tidak akan membandingkan kedua film tersebut. 

miracle in cell no 7

Namun, dari berbagai sumber yang saya baca, Miracle in Cell No 7 versi Indonesia dibuat dengan plot yang sesuai dengan kearifan lokal alias disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang ada di Indonesia.

Sinopsis Miracle in Cell No 7

Dodo Rozak (Vino G. Bastian) seorang disabilitas yang bekerja sebagai penjual balon kelilling, suatu hari tertimpa musibah. Ia yang berniat menghadiahkan sebuah balon kepada anak kecil, dituduh membunuh sekaligus memperkosa si anak kecil. Atas dua tuduhan tersebut, Dodo kemudian dipenjara lalu dijatuhi hukuman mati.

Di penjara, Dodo ditempatkan di sel nomor 7, satu sel dengan Jaki (Tora Sudiro), Bule (Bryan Domani), Atmo (Indra Jegel), Yunus (Rigen) dan Bang Japra (Indro Warkop) yang merupakan ketua sebuah geng tahanan.

Meski sempat diintimidasi, tetapi ketulusan dan kebaikan hati Dodo pada akhirnya mendorong tahanan sel nomor tujuh membuat rencana penyelundupan Kartika (Graciella Abigail) ke dalam sel penjara.

Memotret kehidupan napi di penjara, lengkap dengan suasana persidangan dan ketimpangan hukum, Miracle in Cell No 7, tampil memikat sebagai sebuah film drama dengan ending yang menguras air mata.

Ketika Kartika bahkan masih berusaha mengeja bagaimana perpisahan dengan ibunya, kenyataan justru membawanya pada perpisahan dengan ayahnya. Kartika memang tumbuh dalam keluarga utuh bersama Hendro Sanusi/kepala lapas (Denny Sumargo) dan istrinya Hendro, tetapi posisi Dodo dalam kehidupan Kartika tentu tidak bisa digantikan oleh siapa pun, termasuk Hendro. 

Kelak, melalui Kartika dewasa (Mawar De Jongh), keadilan untuk Dodo diperjuangkan kembali di pengadilan.

Review Miracle in Cell No 7

miracle in cell no 7
source: idntimes

Jujur, saya sangat menanti bagaimana film ini menghadirkan kesedihan sebagai bagian dari inti cerita. Meski cerita ketidakadilan yang dialami oleh Dodo sudah membuat saya merasa tersentuh, nyatanya plot tersebut belum cukup untuk membuat air mata saya tumpah sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang yang sudah lebih dulu menonton film ini.

Terlebih ketika bumbu-bumbu komedi makin bertebaran, rasa penasaran saya akan sisi pemecah tangis dari film ini, makin menjadi-jadi. Bukan berarti sisi komedinya buruk dan tidak bisa dinikmati, tapi saya juga pengen tahu gitu lho, adegan atau dialog seperti apa sih yang membuat banyak penonton sampai menangis saat menonton film ini?

Sebelum sampai ke jawaban atas pertanyaan saya, tentu kita diajak dulu melihat bagaimana film ini menyusun alur ceritanya.

Sejak menampilkan hubungan antara Dodo dengan Kartika kecil, akan mudah bagi saya untuk langsung tersentuh. Dalam keterbatasan dan kesederhanaan, hubungan antara ayah dan anak di antara mereka, terjalin dengan begitu hangat dan penuh cinta.

Maka ketika mereka harus hidup terpisah karena satu ketidakadilan, penonton diajak untuk menyelam lebih jauh untuk melihat bagaimana hubungan antara ayah dan anak ini berjalan dengan manis sekaligus menyesakkan.

Di penjara, kita bisa melihat bagaimana chemistru antarpemain terbangun dan bagaimana film ini menyuguhkan sisi komedi. Meski ada yang terasa “maksa”, tetapi secara keseluruhan masih dalam batas yang pas. Tidak mengganggu sisi drama emosional dari Miracle in Cell No 7. 

Bisa dibilang, kehadiran jokes dari adegan kocak, celetukan yang nyeleneh, hingga humor slaptick yang muncul terasa sebagai penyeimbang dalam cerita yang sedang berjalan.

Yang menjadi konflik dari film ini adalah bagaimana hukum yang tidak tuntas dan mengorbankan orang yang tidak bersalah. Ketika hukum bisa dibeli dengan uang, maka disitulah ketidakadilan akan mencuat.

Dodo sebenarnya punya moment untuk bisa lepas dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun, besarnya pengaruh uang dan kuasa yang ada pada pihak lawannya, nyatanya tidak mampu membuat Dodo melawan dengan kebenaran yang ia punya. Dodo tidak punya pilihan lain selain tunduk pada uang, kuasa, dan ancaman.

Secara utuh, film ini memang sangat layak mendapat banyak sambutan positif dari penonton. Bukan hanya karena ceritanya yang bagus dan menyentuh, tetapi juga dari kemampuan akting pemainnya. Melihat akting dan tampilan Dodo dalam film ini, Vino memang nggak kaleng-kaleng sih saat berperan. Saya bukan mengomentari dari sisi medisnya loh ya, tetapi dari segi sesuatu yang baru dari seorang Vino G. Bastian. Pantaslah jika ia terpilih sebagai Aktor Pilihan Penonton FFI 2022.

Kehadiran para pemeran pendukung pun tidak boleh dilewatkan. Dari interaksi para pemain yang ada di sel nomor 7, kita bisa menikmati sisi komedi sekaligus kehangatan pertemanan dalam Miracle in Cell No 7.

Sementara dari seorang Hendro sebagai Kalapas yang dingin, tegas, dan keras, kita bisa melihat bagaimana manusia dengan dua kepribadian berbeda. Dari sosoknya, tersampaikan sebuah pesan tentang betapa beratnya untuk berjalan di jalur yang benar ketika keadaan sekitar sudah tunduk pada uang dan kuasa.

Film ini berakhir dengan kisah mengharukan yang sebelumnya sudah diiringi moment pemecah tangis. Saya akhirnya merasakan sendiri sensasi menghabiskan beberapa lembar tissu untuk mengelap air mata saya.

Miracle in Cell No 7 Indonesia, sebuah film tentang cinta ayah dan anak, pertemanan yang solid, dan hukum yang kalah oleh uang dan kuasa.

Bagi yang belum nonton, jika nanti Miracle in Cell No 7 tayang di OTT, jangan sampai dilewatkan ya, Gaes! Selamat menunggu, hihihi


Author: UtamyyNingsih

Han
Han Lebih suka dipanggil Han ketimbang Lohan. Menikmati sebagai penuntut ilmu sejati. Blogger cupu yang punya mimpi seperti bos kapanlagi

Post a Comment for "Miracle In Cell No 7, Udah Nonton Belum? Simak Sinopsisnya Yuk!"