A97Cn1YSfpSggZALdsWhvytH7KM7jSKgq3yFnxAO

Curhat Soal Cara Mencintai Diri Sendiri ala Rando Kim

 Apa yang pernah teman curhat lakukan sebagai cara untuk mencintai diri sendiri? Makan es krim sebanyak-banyaknya? Pergi liburan? Atau sekadar menghabiskan waktu sendirian untuk membaca buku?

Beberapa tahun lalu saya menamatkan sebuah buku yang sampai saat ini pesan-pesannya terngiang di kepala. Ada banyak hal yang akhirnya saya syukuri atas diri saya sendiri setelah membaca Amor Fati yang ditulis oleh Rando Kim. 

Termasuk ketika bagaimana saya harus mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum orang lain. Mencoba menghargai diri sendiri atas kerja keras yang telah dilakukan. Yuk deh ah ngga perlu terlalu lama, simak sampai habis ya!

cara mencintai diri sendiri


Cara Mencintai Diri Sendiri ala Rando Kim

Amor Fati ini memang ditulis oleh Rando Kim sebagai pesan untuk anaknya, tertuliskan :

For growns up, who just took the first step in the real world

Yakni fase dimana anaknya tersebut telah keluar dari fase remaja menuju kedewasaan. Pesan-pesan itu kemudian mengalir saja.

1. Ketika Gagal Interview Kerja

Pernah tidak teman curhat mengalami kegagalan? Baik gagal saat interview kerja, gagal masuk perguruan tinggi impian, atau gagal dalam mendapatkan pekerjaan yang layak?

Rando Kim mengingatkan bahwa kita tidak sedang ditolak oleh masyarakat atau tidak berkompeten. Kita mungkin berkompeten, namun kita belum menemukan dunia yang bisa mengakui pekerjaan yang kita kuasai.

Penting bagi kita untuk tidak berputus asa. 

Ada sebuah cerita tentang sebuah pohon bambu di Tiongkok yang bernama pohon Mojuk. 

Setelah bibit pohon tersebut disebar, pohon tidak menunjukkan perubahan apapun selama lima tahun selain mengeluarkan sebuah tunas kecil. Menjelang berakhirnya tahun ke-5, barulah pohon tersebut tumbuh dengan pesat hingga puluhan sentimeter dalam sehari dan mampu tumbuh setinggi 25 meter.

 Sebenarnya selama 5 tahun pertama, Mojuk bukannya tidak mau tumbuh. Namun ia memperkokoh akarnya di dalam tanah dan membuat persiapan untuk melakukan lompatan.

Lalu, bila waktunya tiba, ia akan tumbuh dengan cepat dan lebih tinggi daripada pohon lainnya. Begitu juga saat kita gagal. Jadilah pohon Mojuk. 

2. Jadikan Takdir sebagai Teman

Actually, kita semua memiliki penderitaan yang tidak bisa kita selesaikan walau dengan seluruh tenaga sekalipun. Bahkan bayangan diri kita pun tidak akan terelakkan.

Maka yang bisa kita lakukan satu-satunya adalah dengan menerima takdir. Bertahan, dan jadikan takdir sebagai teman. 

Mencintai takdir yang kejam memang tidak mudah. Namun pada akhirnya kita pasti akan bisa melewati semuanya dengan baik. Kita akan bisa "belajar" setahap demi setahap "cara" mencintai takdir. Jika kita semakin melewati kerikil dalam takdir yang curam dan kasar, suatu saat pasti kita akan tiba di jalan kebahagiaan yang telah menunggu.

3. Yakini Hukum Heinrich dalam Hidup

Hukum Heinrich adalah suatu hukum yang meyakini bahwa kecelakaan besar tidak terjadi begitu saja. Ada perbandingan di dalamnya, 1 : 29 : 300.

Kecelakaan besar tersebut terjadi ketika sebelumnya sudah ada 29 kecelakaan kecil dan sekitar 300 indikasi yang nyaris menyebabkan kecelakaan itu sendiri. 

Lalu ketika kita mengatakan, "Tenang, aku sudah 300x mengalaminya dan tidak akan terjadi apapun," adalah hal yang tidak bijak.

Mencintai diri sendiri memang perlu, namun kita juga harus ingat dengan Hukum Heinrich ini. Mencintai diri sendiri bukan berarti melanggar aturan yang ada dalam hidup ini. Baik aturan agama maupun norma dan ada istiadat dalam hidup.

Pelanggaran apapun itu, seandainya balasannya datang setiap kita berbuat jahat, tentuk kita tidak akan terperosok sedalam itu kan. 

4. Menjadi Dewasa adalah Melepaskan Diri dari Obsesi harus menjadi hebat.

Maka sedikit berbaik hatilah pada diri sendiri. Karena dengan demikian kita akan bisa menjadi lebih baik. 

Kita tidak bisa menjadi profesional setiap saat dan di segala tempat. Hidup adalah tentang sulitnya menjadi profesional dalam satu jenis pekerjaan yang kita jalani saja. Menjadi dewasa adalah melepaskan diri dari obsesi harus menjadi hebat.

Sedikit berbaik hatilah pada diri sendiri. Dengan demikian, kita akan bisa menjadi lebih baik - Rando Kim - 

Bagaimana? Sudahkah teman-teman mencintai diri sendiri?

5. Buat Kesalahan

Ada sebuah cerita yang ingin saya bagikan. Saat membongkar-bongkar laci rak buku sebelum saya pindahkan ke rak yang baru saya menemukan beberapa barang yang tidak penting. Satu yang menarik perhatian saat itu adalah pena lucu berwarna pink yang saya dapat sebagai hadiah.

Saya memang menyimpannya dengan rencana akan menggunakannya nanti (entah dulu saya berpikir nanti itu kapan). Namun, akhirnya sekarang tintanya malah membeku. Sedih sih. Kalau tahu seperti ini kan, lebih baik saya gunakan saja waktu itu. Lalu setelah saya pikir-pikir, sepertinya bukan hanya pena seperti ini yang saya tumpuk dan akhirnya menjadi tidak berguna.

Ada buku catatan, journaling, bahkan masker wajah!

Kalau akhir pekan akan saya gunakan, kalau berbarengan dengan tahun baru, kalau sudah pensiun kerja, dan lain-lain. Rencana, tujuan, dan impian hanya kita tumpuk satu per satu di dalam kepala dengan embel-embel niat seperti itu. Mungkin karena itulah besi pun harus dipukul berulang-ulang selagi panas.

Hasrat yang dulu berapi-api kini mengering seperti tinta minyak yang sudah lama sehingga tidak menyisakan bekas apapun di dalam hati. Bagaimana dengan teman curhat nih?

Sebelum takut berbuat kesalahan, kita perlu ingat dua macam penyesalan. Begitu kira-kira kata Rando Kim. Yaitu penyesalan karena tidak bisa melakukan sesuatu yang diinginkan dan penyesalan karena hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan padahal sudah memberanikan diri melakukannya.

Mana yang lebih buruk?

Tentu saja penyesalan karena tidak melakukannya. Sebab rasa tidak puas itu akan terus menghantui hingga akhir. Sebaliknya, jika sudah pernah mencoba, meskipun kecewa karena hasilnya kurang bagus, lambat laun akan terlupa dan dapat mencari target tantangan yang baru.

Apalagi "kesalahan" itu, apapun bentuknya akan memberikan kesadaran dan membuat kita selangkah lebih baik. 

Sampai kapan kita akan menunda mimpi-mimpi yang kita letakkan dalam hati? Tidak apa-apa membuat kesalahan. Bila tidak, rencana-rencana yang terus ditunda karena kita ragu-ragu itu hanya akan menjadi segenggam abu yang terbang bersama angin saat kita mati nanti. Seperti pena yang dianggurkan begitu saja. 

Related Posts
Han
Lebih suka dipanggil Han ketimbang Lohan. Menikmati sebagai penuntut ilmu sejati. Blogger cupu yang punya mimpi seperti bos kapanlagi

Related Posts

Post a Comment