Sejak awal penayangannya, hingga memasuki episode akhir pekan ini, drakor Twenty Five Twenty One (TFTO) yang saat ini sudah the end di Netflix, dan selama penayangannya selalu masuk dalam daftar trending.

TFTO adalah drakor yang hadir dengan dua format waktu berbeda. Yaitu masa lalu dan masa sekarang. Namun, sepanjang tayang sebanyak enam belas episode, yang lebih banyak disorot adalah cerita pada masa lalu. Cerita tentang percintaan dan persahabatan ala anak remaja yang sedang berjuang meraih mimpi.

review twenty five twenty one
source : wikipedia

Sinopsis Twenty Five Twenty One

Krisis moneter yang melanda Korea pada tahun 90-an, memberi dampak ketidakstabilan ekonomi pada warga Korea, salah satunya keluarga Baek Yi Jin.

Keluarga Baek Yi Jin yang sebelumnya adalah keluarga kaya, mengalami kebangkrutan. Akibat kondisi tersebut, keluarga Baek Yi Jin harus terpisah. Kehidupan mereka pun jauh berubah. Baek Yi Jin sendiri sebagai anak sulung, harus bekerja mati-matian demi bertahan hidup dan menyatukan keluarganya kembali.

Sementara itu, di sisi lain ada Na Hee Do, anak SMA yang punya mimpi dan cita-cita menjadi atlet anggar yang berprestasi. Meski dia adalah pribadi dengan positif vibes dan selalu bersemangat meraih mimpi, nyatanya perjalanan Na Hee Doo tidak selalu mudah.

Selain punya hubungan berjarak dengan ibunya, Na Hee Do juga sempat perang dingin dengan Go Yu Rim, teman sekelas sekaligus saingannya dalam dunia anggar.

Puncak perang dingin antara Hee Do dan Yu Rim terjadi ketika mereka bertemu di final cabang olahraga anggar pada event Asian Games 1999.

Saat itu, Hee Do yang memenangkan pertandingan justru mendapat hujatan dari warga Korea karena tidak terima atlet kebanggaan mereka dikalahkan oleh Hee Do. Tuduhan menyuap wasit pun bergulir memenuhi ruang pemberitaan.

twenty five twenty one
source : cnnindonesia

Selain Hee Do dan Yu Rim, ada juga Moon Ji Woong (cowok yang kocak dan pede dengan kegantengannya) dan Ji Seung Wan, si cewek pintar di sekolah dan juniornya Baek Yi Jin di klub siaran sekolah.

Untuk masa sekarang, cerita yang muncul hanya dari kehidupan Na Hee Do. Na Hee Do diceritakan sudah punya anak remaja bernama Kim Min Chae yang tertarik pada dunia balet.

Hubungan ibu dan anak antara Na Hee Do dan Kim Min Chae terbilang buruk. Kurang lebih sama dengan hubungan antara Na Hee Do versi remaja dengan ibunya.

Meski muncul hanya sesekali, tetapi kehadiran Kim Min Chae sangat penting dalam drakor ini. Selain menjadi jalan terbukanya cerita masa lalu Na Hee Do, kehadiran Kim Min Chae juga membuat penonton makin penasaran perihal siapakah gerangan suami Na Hee Do?

Review Twenty Five Twenty One

Sejak awal penayangannya, alur cerita drakor ini sudah membuat tidak sedikit penonton jadi over thinking.

Apakah akan happy ending alias Hee Do dan Yi Jin bersatu ataukah sad ending yang sama artinya dengan Hee Do dan Yi Jin harus berpisah.

Sampai pada episode sepuluh yang tayang pada akhir pekan lalu, bahan over thinking penonton, makin menjadi-jadi. Beragam teori pun bermunculan, antara lain sebagai berikut:

Yi Jin meninggal

Hee Do hilang ingatan

Kim Min Chae, bukan anak kandungnya Hee Do

Yi Jin ganti nama

Yi Jin pergi ke NASA, makanya berpisah dengan Hee Do

Terlepas dari apakah teori di atas (entah salah salah satunya atau beberapa di antaranya) akan benar-benar menjadi bagian dari cerita dalam drakor ini, saya pribadi adalah tim yang nggak peduli.

Bagaimana pun ending-nya nanti, TFTO adalah drakor mengesankan yang tayang pada awal tahun 2022. Bagi yang belum nonton endingnya, tahu lah yaa maksud saya :)

Sejak awal, chemistry yang kuat antarpemain dan sinematografinya yang keren adalah dua hal yang bikin betah banget untuk mengikuti drakor ini.

Benar bahwa drakor ini cukup kuat dengan sisi drama percintaannya. Banyak penonton yang jadi terheedo-heedo karena melihat tingkah polos dan absurdnya Hee Do saat berhadapan dengan Yi Jin.

Akan tetapi, jika ditelisik lebih jauh, drakor ini juga menyinggung hal lainnya yang berkaitan dengan sisi kehidupan manusia.

Hee Do, Yi Jin, Yu Rim, Seung Wan, dan Ji Woong adalah tokoh dengan karakter berbeda dan punya masalah keluarga yang berbeda. Dibanding Yu Rim, He Doo memang lebih beruntung dalam hal ekonomi keluarga. Namun, jika dilihat dari sisi keharmonisan keluarga, Yu Rim jelas lebih beruntung.

review drama korea 25 21

Bagaimana dunia kerja memberlakukan sistem senioritas yang toxic juga disinggung dalam drakor ini melalui perjalanan karier Yi Jin sebagai reporter. Dengan profesi Hee Do dan Yu Rim sebagai atlet anggar, saya juga jadi dapat asupan pengetahuan tentang anggar maupun tentang sisi lain seorang atlet.

Menang atau pun kalah, tekanan untuk para atlet itu tetap ada dan bisa memengaruhi kondisi mental sang atlet. Menulis tentang drakor ini memang susah untuk diakhiri saking banyaknya hal yang menyenangkan di dalamnya.

Meskipun saat ini tidak sedikit penonton yang bertanya-tanya perihal apa yang selanjutnya terjadi pada masa sekarang, saya sendiri memilih untuk ngikut aja.

Kalaupun nantinya Hee Do dan Yi Jin benar-benar tidak ditakdirkan menikah, hal tersebut tidak lantas membuat saya merasa sedih. Yang bikin sedih itu kalau nantinya mereka benar-benar berpisah sebagai support system.

Dibanding berharap mereka nikah, saya malah lebih suka melihat mereka saling dukung satu sama lain. Menyenangkan rasanya melihat mereka selalu saling support dan menghibur. Saya yang nonton jadi ikut bersemangat.

Berhubung tulisan ini sudah lumayan panjang, sebaiknya saya akhiri sampai di sini saja. Jika kalian suka drakor dan lagi pengen dihibur sama drakor TFTO bisa banget untuk dijadikan pilihan.

Cuss ditonton!

Author : UtamyyNingsih






1 تعليقات

  1. Banyak yg bilang bagus, tapi masih butuh banyak alasan buat nonton Drakor ini, hhoo.

    ردحذف

إرسال تعليق

أحدث أقدم